Menteri PPN: Data RTS Segera Diperbaiki
Rabu, 3 Juli 2013 16:41 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas Armida Alisyahbana. (Antara)
Bandung, (Antara) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas Armida Alisyahbana menyatakan akan segera dan langsung memperbaiki data Rumah Tangga Sasaran (RTS) menyusul banyaknya kartu Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang ditarik kembali.
"Secara umum penyaluran BLSM tahap pertama berlangsung lancar, namun ada sekitar 10.000 kartu BLSM yang dikembalikan dan datanya akan segera diperbaiki," kata Armida di sela-sela pemantauan penyaluran BLSM di Kantor Pos Sadang Serang Kota Bandung, Rabu.
Menurut Armida, kartu yang tidak tepat sasaran itu dikarenakan penerimanya pindah alamat, meninggal dunia dan kondisi perekonomiannya sudah meningkat.
Dari sejuta Kartu BLSM yang telah disalurkan terdapat 10.000 kartu BLSM yang tidak tersalurkan dan ditarik kembali karena tidak ada penerimanya.
"Jumlahnya kemungkinan terus bertambah dan itu harus segera diperbaiki. September 2013 diharapkan tuntas sehingga data RTS terbaru bisa digunakan untuk penyaluran BLSM tahap kedua," kata Armida.
Selain itu laporan kartu BLSM yang ditarik kembali di setiap Kantor Pos itu akan didata ulang dan menjadi dasar untuk kebijakan perbaikan data RTS penerima BLSM itu.
Menurut Armida, dalam memperbaiki data RTS itu juga akan melibatkan masyarakat melalui musyawarah desa untuk menyikapi adanya kartu BLSM yang dikembalikan karena tidak ada penerima di alamat tersebut.
"Hasil Musdes itu diharapkan menentukan bagi RTS pengganti untuk menjadi penerima BLSM itu. Pada penyaluran BLSM tahap II diharapkan datanya sudah pas," kata Menteri PPN/ Kepala Bapenas itu.
Lebih lanjut, menteri menyebutkan saat ini kartu yang dikembalikan itu masih disimpan di Kantor Pos dan belum dilakukan perbaikan data RTS karena masih dalam proses distribusi. Namun ia menyatakan perbaikan data RTS itu akan segera dilakukan.
Sementara itu Menteri PPN mengapresiasi penyaluran BLSM tahap pertama berlangsung lebih lancar baik dalam pendistribusian kartu maupun pencairannya di Kantor Pos.
Sementara itu Direktur SDM dan Umum PT Pos Indonesia (Persero) Entis Sutisna menyebutkan pendistribusian kartu BLSM hingga awal Juli 2013 telah mencapai 1,8 juta kartu dari total 15,5 juta kartu yang akan disalurkan kepada RTS.
"Hingga awal Juli sudah 1,8 juta yang disalurkan, di Jabar sendiri sudah mencapai 430.000 RTS," kata Entis Sutisna.
PT Pos Indonesia saat ini terus menggenjot pendistribusian BLSM tahap pertama yang dimulai sejak 22 Juni 2013 dan secara umum berlangsung cukup lancar.
"Masih ada beberapa daerah yang belum siap untuk menyalurkan BLSM, namun secara umum tidak ada masalah dan pada waktunya nanti bisa segera digulirkan," kata Direktur SDM dan Umum PT Pos Indonesia itu.
Sementara itu dalam pemantauan penyaluran BLSM di Kantor Pos Sadang Serang Kota Bandung, Armida menyempatkan untuk melihat aktifitas di loket Kantor Pos itu dan berdialog dengan warga penerima BLSM serta dengan Kantor Pos Sadang Serang. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden sebut pemerintah beri stimulus Rp38,6 triliun karena PPN naik
01 January 2025 4:50 WIB, 2025
Prabowo Subianto umumkan kenaikan PPN 12 persen di kantor Kemenkeu sore ini
31 December 2024 15:22 WIB, 2024
Menko: Beras khusus diproduksi dalam negeri tidak kena PPN 12 persen
23 December 2024 14:32 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018