HKTI Usulkan Impor Produk Gunakan Sistem Tarif
Kamis, 27 Juni 2013 18:14 WIB
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). (Antara)
Jakarta, (Antara) - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengusulkan agar pembukaan keran impor produk pertanian Indonesia menggunakan sistem tarif untuk memperkecil potensi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaannya di lapangan.
"Kalau menyangkut impor pangan, lebih baik diterapkan sistem tarif bukan sistem kuota, jadi pakai tarif saja," kata Sekretaris Jenderal HKTI Benny Pasaribu di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan sistem kuota dalam kebijakan impor sangat rawan pada potensi penyimpangan dan hal itu sudah terbukti dalam kasus penetapan kuota impor daging.
Oleh karena itu, sistem tarif akan lebih baik diterapkan karena memberikan kesempatan kepada siapapun pelaku usaha atau importir di Tanah Air untuk mengimpor produk pangan yang diperlukan secara lebih adil.
"Namun, untuk sistem tarif harus diperhatikan pula soal penetapan harga minimum produk impor yang masuk ke Indonesia," katanya.
Artinya, kata Benny, pemerintah harus menentukan harga minimun untuk produk impor yang harus lebih tinggi dari produk lokal sebagai salah satu kebijakan proteksi terhadap petani di Tanah Air.
"Misalnya saja kalau produk lokal harganya Rp5.000 maka produk impor harus di atas Rp7.000 agar petani sedikit leluasa. Bukan malah lebih murah dari produk lokal, ini justru akan menjadi tsunami bagi petani kita," katanya.
Namun, jika sistem kuota tetap akan dijalankan, Benny menyarankan agar pelaksanaannya diserahkan kepada Perum Bulog sebagai BUMN logistik di Indonesia.
Hal itu, kata dia, demi untuk menghindari penyelewengan yang mungkin terjadi dalam penerapan sistem kuota dimana selama ini bahkan banyak ditemukan kasus transaksi kuota impor atau bahkan suap-menyuap kuota produk pangan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skema kerjasama Indonesia-Jerman, Wako Fadly Amran usulkan proyek pelestarian lingkungan
12 January 2026 19:04 WIB
Pemkab Pasaman Barat usulkan pengangkatan PPPK paruh waktu ke Kemenpan RB
11 December 2025 19:55 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018