Istri nelayan di Ulak Karang Selatan, Padang dilatih membuat rendang seafood
Jumat, 17 September 2021 16:19 WIB
Tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Padang dan Universitas Perintis Indonesia melatih istri nelayan membuat rendang seafood di Padang, Jumat. (Antarasumbar/Ikhwan Wahyudi)
Padang (ANTARA) - Tim pengabdian masyarakat gabungan Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Perintis Indonesia melatih para istri nelayan di Kelurahan Ulak Karang Selatan, Padang membuat rendang seafood.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan wilayah pesisir yang fokus membina dan mendampingi masyarakat di pesisir pantai," kata Koordinator Tim Pengabdian Masyarakat Dr Yaswinda di Padang, Jumat.
Menurut dia pelatihan pembuatan rendang berbahan hidangan laut merupakan upaya untuk meningkatkan ekonomi keluarga nelayan.
"Selama ini nelayan tidak selalu melaut karena kondisi tertentu, oleh sebab itu kami melatih para istri nelayan untuk mengolah rendang seafood yang bisa dipasarkan untuk jadi penghasilan tambahan," kata dia.
Yaswinda mengatakan selama ini rendang memang sudah familiar bagi warga Sumbar akan tetapi jika mengolah hidangan laut tentu perlu perlakuan dan trik khusus.
Tidak hanya diajarkan mengolah rendang seafood pihaknya juga mengajarkan para istri nelayan di Kelurahan Ulak Karang Selatan membuat rendang bakso.
Ia menceritakan program kemitraan wilayah pesisir merupakan pengabdian masyarakat yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
"Ini merupakan tahun ketiga kami melaksanakan di Kelurahan Ulak Karang Selatan," ujarnya.
Pada tahun pertama pihaknya fokus pada aspek kesehatan dan pendidikan dengan peningkatan kualitas pelayanan posyandu serta mendirikan PAUD.
Memasuki tahun kedua pihaknya fokus membina remaja dengan memberikan pelatihan bahasa Inggris, menyiapkan lapangan voli dan futsal serta sejumlah perlombaan antara remaja.
Tidak hanya itu pihaknya juga membagikan bibit lemon, kangkung dan terung kepada warga setempat.
Untuk lansia pihaknya mendirikan taman lansia sebagai sarana aktualisasi diri dan terapi lansia dan berencana membuat taman keluarga tangguh.
Pada tahun ketiga pihaknya fokus pada aspek kewirausahaan dengan melatih pembuatan rendang bakso dan seafood.
"Tidak hanya dilatih membuat rendang kami juga melatih soal pemasaran sehingga produk UKM tersebut bisa dipasarkan dengan baik," kata dia.
Tim pengabdian masyarakat gabungan terdiri atas Dr Yaswinda dari UNP, dra Yulsyofriend,M.Pd dari UNP ,Ns. Yaslina, S.Kep, M.Kep,Kom dari Universitas Perintis Indonesia dan Dr Elida,M.Pd dari UNP.
Sementara Lurah Ulak Karang Selatan Padang, Saringat mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat karena telah memilih kelurahan Ulak Karang Selatan.
"Ada beberapa kelurahan di Padang yang berada di pesisir pantai namun kami bersyukur dipilih dan ini sudah tahun ketiga," kata dia.
Ia berharap lewat pendampingan ini taraf ekonomi masyarakat menjadi lebih meningkat dan tingkat kehidupan warga menjadi lebih baik.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan wilayah pesisir yang fokus membina dan mendampingi masyarakat di pesisir pantai," kata Koordinator Tim Pengabdian Masyarakat Dr Yaswinda di Padang, Jumat.
Menurut dia pelatihan pembuatan rendang berbahan hidangan laut merupakan upaya untuk meningkatkan ekonomi keluarga nelayan.
"Selama ini nelayan tidak selalu melaut karena kondisi tertentu, oleh sebab itu kami melatih para istri nelayan untuk mengolah rendang seafood yang bisa dipasarkan untuk jadi penghasilan tambahan," kata dia.
Yaswinda mengatakan selama ini rendang memang sudah familiar bagi warga Sumbar akan tetapi jika mengolah hidangan laut tentu perlu perlakuan dan trik khusus.
Tidak hanya diajarkan mengolah rendang seafood pihaknya juga mengajarkan para istri nelayan di Kelurahan Ulak Karang Selatan membuat rendang bakso.
Ia menceritakan program kemitraan wilayah pesisir merupakan pengabdian masyarakat yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
"Ini merupakan tahun ketiga kami melaksanakan di Kelurahan Ulak Karang Selatan," ujarnya.
Pada tahun pertama pihaknya fokus pada aspek kesehatan dan pendidikan dengan peningkatan kualitas pelayanan posyandu serta mendirikan PAUD.
Memasuki tahun kedua pihaknya fokus membina remaja dengan memberikan pelatihan bahasa Inggris, menyiapkan lapangan voli dan futsal serta sejumlah perlombaan antara remaja.
Tidak hanya itu pihaknya juga membagikan bibit lemon, kangkung dan terung kepada warga setempat.
Untuk lansia pihaknya mendirikan taman lansia sebagai sarana aktualisasi diri dan terapi lansia dan berencana membuat taman keluarga tangguh.
Pada tahun ketiga pihaknya fokus pada aspek kewirausahaan dengan melatih pembuatan rendang bakso dan seafood.
"Tidak hanya dilatih membuat rendang kami juga melatih soal pemasaran sehingga produk UKM tersebut bisa dipasarkan dengan baik," kata dia.
Tim pengabdian masyarakat gabungan terdiri atas Dr Yaswinda dari UNP, dra Yulsyofriend,M.Pd dari UNP ,Ns. Yaslina, S.Kep, M.Kep,Kom dari Universitas Perintis Indonesia dan Dr Elida,M.Pd dari UNP.
Sementara Lurah Ulak Karang Selatan Padang, Saringat mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat karena telah memilih kelurahan Ulak Karang Selatan.
"Ada beberapa kelurahan di Padang yang berada di pesisir pantai namun kami bersyukur dipilih dan ini sudah tahun ketiga," kata dia.
Ia berharap lewat pendampingan ini taraf ekonomi masyarakat menjadi lebih meningkat dan tingkat kehidupan warga menjadi lebih baik.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terpopuler - Sosial
Lihat Juga
Kemensos sebut bansos kuartal pertama telah cair, juga untuk penyitas bencana Sumatera
26 February 2026 12:18 WIB
Bansos Rp16 miliar didistribusikan untuk keluarga penerima manfaat di Probolinggo
25 February 2026 14:35 WIB
Kabar baik, Kemensos aktifkan lagi Puskesos desa agar Bansos lebih tepat sasaran
21 February 2026 22:30 WIB
Kemensos salurkan bansos penanganan pascabencana dan bansos reguler untuk Aceh, Sumut dan Sumbar
31 January 2026 10:59 WIB