Junaidi: Program Jamsostek Katup Pengaman Cegah Kemiskinan
Minggu, 23 Juni 2013 17:42 WIB
Jakarta, (Antara) - Program jaminan sosial adalah jaring pengaman bagi kalangan pekerja tertentu untuk mencegah mereka atau keluarganya jatuh ke dalam jurang kemiskinan.
Direktur Kepesertaan PT Jamsostek Junaidi di Jakarta, Minggu, mengatakan pada pekerja di segmen tertentu kecelakaan kerja yang berakibat fatal seperti cacat tetap dan kematian akan berdampak pada masa depan dan ekonomi keluarga.
"Risiko finansial dari risiko kerja itu yang akan ditutup oleh PT Jamsostek melalui program jaminan sosial yang bersubsidi silang," kata Junaidi.
Subsidi silang yang dimaksud adalah pekerja muda membantu yang tua dan yang sehat membantu yang sakit.
Artinya, bantuan diberikan bukan berdasarkan besaran iuran pekerja yang menjadi peserta jamsostek dalam program jaminan kecelakaan kerja.
Besaran santunan yang diberikan sama, yakni 48 kali gaji yang dilaporkan, ditambah santunan berkala 24 bulan sebesar Rp200.000 per bulan dan biaya pemakaman Rp2.000.000.
Santunan tersebut di luar santunan jaminan hari tua (JHT) yang disesuaikan dengan besaran upah yang dilaporkan.
Manfaat dari JHT itu lebih besar dari pada bunga deposito. Jika bunga deposito kita 4-5 persen pertahun, maka manfaat dari JHT mencapai 11 persen per tahun.
"Tanpa biaya administrasi yang biasa dikenakan pada bunga tabungan biasa atau deposito," kata Junaidi.
Itu pula yang menjadi alasan bagi sebagian peserta untuk membiarkan dana JHT-nya tetap di kelola PT Jamsostek jika mereka diberhentikan atau putus kontrak dan menyambungnya jika sudah bekerja kembali.
Dana santunan tersebut bisa menjadi modal bagi yang ditinggalkan untuk menatap hidup baru dan menyongsong masa depan. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Beri pelayanan maksimal saat Ramadan, Bapenda Sumbar gagas Program Sajadah dan Sambako mudahkan bayar PKB
19 jam lalu
Unand Fasilitasi Dosen Perkuat Jejaring Global SDGs di Konferensi Internasional Melalui Program EQUITY
08 February 2026 10:37 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
TKA jadi instrumen pemetaan akademik Nasional, Program Intensif Ruangguru hadir dukung kesiapan siswa
03 February 2026 18:08 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018