Manila, (Antara/Xinhua-0ANA) - Militer Filipina menyadari risiko yang dihadapi pasukan Filipina yang dikerahkan untuk misi menjaga perdamaian bermasalah di Dataran Tinggi Golan, tetapi tidak memiliki rencana untuk menariknya, kata seorang pejabat senior pada Jumat. "Dataran Tinggi Golan adalah tempat yang berisiko seperti yang lain (daerah di mana memiliki pasukan penjaga perdamaian), itu sebabnya kami berada di sana untuk mencegah konflik ... Ada risiko bahwa kita akan terluka karena ada konflik di sana," kata Kepala Angkatan Bersenjata, Jenderal Emmanuel Bautista. Bautista membuat pernyataan sehari setelah penjaga perdamaian Filipina terluka oleh tembakan tidak langsung yang mendarat di Camp Ziouni, sekitar tiga sampai empat kilometer jauhnya dari tempat pasukan pemerintah Suriah dan pasukan pemberontak bertempur. Ditanya apakah militer akan menarik pasukannya dari Dataran Tinggi Golan, Bautista mengatakan: "itu adalah politik, itu masalah hubungan luar negeri dan kita serahkan kepada apapun keputusannya. Kami hanya melaksanakan (perintah).." Diberitahu tentang keputusan Austria menarik penjaga perdamaiannya dari Dataran Tinggi Golan, Bautista mengatakan: "Itu keputusan nasional Austria." Keputusan Austria meninggalkan Filipina dan India sebagai satu-satunya negara yang menyumbang pasukan penjaga perdamaian di Dataran Tinggi Golan. Laporan-laporan menyebutkan bahwa keputusan Austria dilaporkan karena kurangnya kebebasan dan tingkat bahaya yang tidak dapat diterima bagi penjaga perdamaian. Sejumlah penjaga perdamaian di wilayah bermasalah telah diculik selama beberapa bulan terakhir. Selain dari Dataran Tinggi Golan, pasukan Filipina juga terlibat dalam misi penjaga perdamaian di Haiti dan Liberia sebagai bagian dari komitmen pemerintah terhadap upaya PBB untuk memulihkan perdamaian di daerah bergolak. (*/sun)