Palembang, (Antara) - Kondisi cuaca di 15 kabupaten dan kota wilayah Provinsi Sumatera Selatan diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setempat berawan hingga berpotensi hujan dengan intensitas sedang. "Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca, tiga kota diprakirakan berawan, enam kota hujan ringan, dan enam kota lainnya berpotensi hujan sedang," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama di Palembang, Sabtu. Menurutnya, ketiga kota di Sumsel yang diprakirakan kondisi cuacanya berawan yakni Kota Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Tebingtinggi. Sedangkan enam kota yang diprakirakan berpotensi hujan ringan yakni Palembang, Indralaya, Prabumulih, Muara Enim, Pagaralam, dan Lahat. Kemudian enam kota lainnya yang berpotensi hujan sedang yakni Kota Kayu Agung, Sekayu, Pangkalanbalai, Baturaja, Martapura, dan Muaradua, katanya. Beberapa kota yang cuacanya diprakirakan berawan memiliki suhu udara berkisar 22 hingga 33 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 60 hingga 97 persen, kecepatan angin sekitar 25 kilometer per jam dengan arah angin menuju barat. Kota yang diprakirakan mengalami hujan ringan memiliki suhu udara berkisar 21 hingga 33 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 61 hingga 97 persen, kecepatan angin sekitar 25 km/jam dengan arah angin menuju barat daya. Sedangkan kota yang berpotensi hujan sedang memiliki suhu udara berkisar 24 hingga 32 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 62 hingga 97 persen, kecepatan angin sekitar 30 km/jam dengan arah angin sebagian besar menuju barat daya kecuali Kota Sekayu dan Pangkalanbalai arah angin daerah ini menuju barat laut. Dijelaskannya, wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu masih banyak hujan meskipun pada Juni 2013 mulai memasuki musim kemarau. Masih banyaknya hujan di provinsi ini dengan intensitas curah hujan berkisar 50 - 151 milimeter, karena pada kemarau tahun ini terjadi fenomena la nina lemah dan dipole mode negatif serta hangatnya temperatur perairan Indonesia yang menyebabkan masih tersedianya uap air, ujar Indra. (*/jno)