Sanaa, (Antara/AFP) - Pasukan Yaman membunuh dua pemimpin Al Qaida setempat, yang merencanakan serangan terhadap sarana penting dan menangkap orang ketiga, kata kantor berita negara Saba pada Kamis. Gerakan tentara pada Rabu di provinsi timur, Marib, menewaskan dua unsur pemimpin berbahaya terkemuka Al Qaida, kata Saba mengutip juru bicara militer. Media setempat mengidentifikasi sebagai pasangan Anwar al-Sanaani dan Moamer al-Nasheri. Pasukan juga "menangkap anggota Al-Qaida terkemuka setelah ia terluka" dalam operasi yang sama, kata juru bicara itu. "Unsur-unsur gerilyawan itu merencanakan untuk melakukan serangan teroris terhadap instalasi vital dan terlibat dalam banyak serangan baru-baru ini dan juga tindakan sabotase," tambahnya tanpa merinci. Tentara menyita sabuk peledak, bom dan "komputer serta dokumen berisi plot serangan, yang mereka rencanakan untuk dilaksanakan." Serangan di Marib bertepatan dengan peluncuran serangan habis-habisan tentara Yaman pada Rabu untuk merebut kembali desa-desa dari kelompok Al-Qaida di provinsi tenggara Hadramaut di mana 10 orang tewas, tujuh dari mereka penganut garis keras. Pasukan militer "akan terus dengan tekad perjuangan mereka melawan unsur terorisme, sabotase, dan perampok," kata juru bicara militer. Al Qaida mengeksploitasi melemahnya kontrol pemerintah pusat selama pemberontakan 2011, yang memaksa veteran kuat Ali Abdullah Saleh turun dari kekuasaan untuk merebut sebagian besar wilayah selatan dan timur. Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP), yang berbasis di Yaman, dianggap oleh Amerika Serikat sebagai cabang yang paling berbahaya dari jaringan kelompok garis keras global. (*/sun)