Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan tidak betul PT Pelindo II selaku operator Pelabuhan Tanjung Priok akan melakukan monopoli pengangkutan yang bisa mematikan usaha swasta di lokasi tersebut. "Saya sudah menelepon Direktur Utama Pelindo, mengapa sampai terjadi keributan seperti itu. Ternyata itu hanya kesalahpahaman," kata Hatta Radjasa di Jakarta, Selasa. Hatta mengatakan telah terjadi kesalahpahaman antara pelaku usaha pengangkutan di pelabuhan dengan PT Pelindo II. Para pelaku usaha mengira PT Pelindo II akan membangun armada pengangkutan sendiri sehingga dianggap monopoli. Namun, setelah berkomunikasi dengan Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino, ternyata tidak betul bahwa perusahaan pelat merah itu akan membangun armada sendiri. "Saya katakan kepada saudara Dirut Pelindo, tidak boleh membangun armada harus diserahkan pada yang sudah ada karena menyangkut kesejahteraan orang banyak. Dia bilang mereka tidak akan membangun sendiri tetapi mempersilakan yang sudah ada," kata Hatta. Sebelumnya, gabungan perusahaan jasa kepelabuhan mulai Senin (3/6) menghentikan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok karena PT Pelindo II dianggap melakukan monopoli dan mematikan usaha mereka. Pengusaha menilai langkah PT Pelindo II membentuk 22 anak usaha yang merentang dari hulu hingga hilir pelabuhan menyalahi undang-undang. PT Pelindo II dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Pasal 2 ayat 2D undang-undang tersebut menyebutkan kegiatan yang sudah diusahakan swasta tidak bisa diambil alih BUMN. Dirut PT Pelindo II RJ Lino juga telah membantah bahwa perusahaannya akan memasuki usaha yang saat ini sudah dijalankan swasta dan melakukan monopoli. (*/jno)