Kipang Pulut Bonjol Ita khas Pasaman kembali bangkit dari COVID-19 atas bantuan investor
Jumat, 12 Maret 2021 16:21 WIB
Usaha kipang. (Antarasumbar/Istimewa)
Lubuksikaping (ANTARA) - Salah satu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kipang Pulut Bonjol Ita khas Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) kembali bangkit dari pandemi COVID-19 atas bantuan modal dari investor.
"Pada bulan Maret 2020, produksi Kipang Pulut Bonjol Ita yang beralamat di Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, sempat berhenti sementara karena dampak COVID-19," kata pemilik Kipang Pulut Bonjol Ita Zainal Abidin di Bonjol, Jum'at.
Berhentinya produksi berdampak turunnya omset dan mengalami kerugian hingga ratusan juta atau tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.
Belum lagi masalah hutang piutang usaha yang dihadapi mulai dari hutang bahan baku, bank, lesing, tanah, sewa toko dan operasional kendaraan.
"Alhamdulillah seiringi berjalan waktu masih dalam massa COVID-19, produksi kembali beroperasi pada bulan Febuari 2021," katanya.
Kembalinya produksi tersebut karena ada bantuan modal dari seorang investor di Solok bernama Fauzi Ella Sliano.
Seandainya jika tidak ada bantuan modal investor maka produksi tidak akan berjalan secara maksimal.
Terkait hutang usaha belum ada sama sekali dibayar, saat ini pihaknya mempunyai karyawan berjumlah empat orang.
Harga satu bungkus Kipang yakni 10 ribu, telah ada yang memesan sebanyak 100-500 bungkus dikirim ke Sentral oleh-oleh Bukitinggi, Padang, Medan, Payakumbuh, Jakarta, Batam
Sebelum COVID-19 melanda di Kabupaten Pasaman, jumlah karyawan sebanyak 26 orang, serta omset yang didapatkan mencapai Rp300 ribu - ratusan juta rupiah perbulan.
Dari total 26 karyawan, masing-masing mempunyai tugas yakni bagian kukus, memasak, packing dan mengantarkan ke pembeli.
Pengolahan Kipang Pulut Bonjol Ita waktu itu membutuhkan bahan baku sebanyak 5 ton.
"Kipang Pulut Bonjol Ita berdiri tanggal 16 Febuari 2016, mempunyai bermacam-macam jenis rasa antara lain ada durian, coklat, original, balado dan lainnya," ungkapnya.
Ia berharap kepada pemerintah untuk membantu hutang piutang usaha yang ia hadapi ada agar UMKM berjalan dengan lancar dan kembali berjaya.***1***
"Pada bulan Maret 2020, produksi Kipang Pulut Bonjol Ita yang beralamat di Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, sempat berhenti sementara karena dampak COVID-19," kata pemilik Kipang Pulut Bonjol Ita Zainal Abidin di Bonjol, Jum'at.
Berhentinya produksi berdampak turunnya omset dan mengalami kerugian hingga ratusan juta atau tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.
Belum lagi masalah hutang piutang usaha yang dihadapi mulai dari hutang bahan baku, bank, lesing, tanah, sewa toko dan operasional kendaraan.
"Alhamdulillah seiringi berjalan waktu masih dalam massa COVID-19, produksi kembali beroperasi pada bulan Febuari 2021," katanya.
Kembalinya produksi tersebut karena ada bantuan modal dari seorang investor di Solok bernama Fauzi Ella Sliano.
Seandainya jika tidak ada bantuan modal investor maka produksi tidak akan berjalan secara maksimal.
Terkait hutang usaha belum ada sama sekali dibayar, saat ini pihaknya mempunyai karyawan berjumlah empat orang.
Harga satu bungkus Kipang yakni 10 ribu, telah ada yang memesan sebanyak 100-500 bungkus dikirim ke Sentral oleh-oleh Bukitinggi, Padang, Medan, Payakumbuh, Jakarta, Batam
Sebelum COVID-19 melanda di Kabupaten Pasaman, jumlah karyawan sebanyak 26 orang, serta omset yang didapatkan mencapai Rp300 ribu - ratusan juta rupiah perbulan.
Dari total 26 karyawan, masing-masing mempunyai tugas yakni bagian kukus, memasak, packing dan mengantarkan ke pembeli.
Pengolahan Kipang Pulut Bonjol Ita waktu itu membutuhkan bahan baku sebanyak 5 ton.
"Kipang Pulut Bonjol Ita berdiri tanggal 16 Febuari 2016, mempunyai bermacam-macam jenis rasa antara lain ada durian, coklat, original, balado dan lainnya," ungkapnya.
Ia berharap kepada pemerintah untuk membantu hutang piutang usaha yang ia hadapi ada agar UMKM berjalan dengan lancar dan kembali berjaya.***1***
Pewarta : Septria Rahmat
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bawaslu Pasaman Barat optimalkan sosialisasi pengawasan partisipatif pemilu ke sekolah
14 May 2026 18:22 WIB
Penyuluhan PTSL 2026 di Nagari Tanjung Beringin, dorong kepastian hukum hak atas tanah
13 May 2026 17:57 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam pada Rabu (13/05/2026) pagi turun Rp20.000 jadi Rp2,839 juta/gr
13 May 2026 9:26 WIB
Harga emas Antam Selasa (12/05/2026) pagi ini meroket Rp40.000 jadi Rp2,859 juta/gr
12 May 2026 9:32 WIB
Harga emas UBS, Antam, Galeri24 di Pegadaian Selasa (12/05/2026) pagi kompak turun
12 May 2026 9:04 WIB
Senin (11/05/2026) pagi ini harga emas Antam turun Rp20.000 jadi Rp2,819 juta/gr
11 May 2026 9:53 WIB