Logo Header Antaranews Sumbar

Perbaikan sawah terdampak bencana di Pasaman Barat capai 80 persen

Rabu, 13 Mei 2026 18:57 WIB
Image Print
Pengerjaan optimalisasi lahan sawah terdampak bencana alam di Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar. ANTARA/HO-DTPH Pasaman Barat

Simpang Empat, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat pengerjaan perbaikan infrastruktur lahan sawah rusak ringan terdampak bencana alam hingga saat ini sudah mencapai 80 persen.

"Pengerjaannya terus kita pacu. Untuk perbaikan fisiknya telah mencapai 80 persen dari luas 172 hektare di Kecamatan Ranah Batahan dan Kecamatan Talamau," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Sumbar, Rabu.

Menurutnya, pengerjaan yang telah dimulai berada di Kecamatan Ranah Batahan seluas 95 hektare di lima kelompok tani.

Lalu, di Kecamatan Talamau seluas 77 hektare atau di tiga kelompok tani. Pengerjaannya berupa pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan atau oplah terdampak bencana (rusak ringan).

Pengerjaan lahan pertanian terdampak bencana alam itu sesuai instruksi Menteri Pertanian.

Dia menjelaskan untuk optimalisasi lahan seluas 172 hektare menelan biaya Rp5.500.000 per hektare dengan total mencapai Rp998.460.000.

Lalu pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan nonrawa (reguler) dengan luas 754 hektare dengan biaya Rp5.500 000 per hektare mencapai total anggaran Rp4.188.470.000.

"Kemudian, pekerjaan konstruksi konservasi air dan antisipasi anomali (dam parit) dengan 10 unit. Biaya per unit Rp120 juta dengan total anggaran Rp1.229.870.000," jelasnya.

Pemerintah pusat juga telah memastikan sekitar Rp6,14 miliar turun ke Pasaman Barat untuk penanggulangan dampak bencana di sektor pertanian tanaman pangan hortikultura.

Anggaran dari pemerintah pusat melalui provinsi akan disalurkan ke kelompok tani yang terdampak.

Dari anggaran yang diperoleh sebanyak Rp6,14 miliar akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan atau oplah terdampak bencana (rusak ringan).

Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan lahan pertanian terdampak karena banjir dan lumpur.

Selain itu, Pemkab Pasaman Barat juga telah mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam ke Kementerian Pertanian.

Usulan itu adalah untuk bantuan rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas 48 hektare, rehabilitasi atau optimalisasi lahan sawah rusak berat seluas 50 hektare, dam parit sebanyak lima unit dan bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 20 unit.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026