PPI: Tari Saman Pukau Masyarakat Paris
Senin, 3 Juni 2013 7:35 WIB
London, (Antara) - Tari Saman dari Aceh berhasil memukau masyarakat Paris yang memadati Sasana Budaya KBRI Paris dalam Program Budaya Sourire d'Indonesie, Senyum Indonesia, kata penyelenggara dari oleh Perhimpunan Pelajar (PPI) Paris dan Prancis.
Ketua Panitia Sourire d'Indonesie Fadil kepada Antara London, Senin, mengatakan bahwa program tersebut digelar untuk keduakalinya oleh Perhimpunan Pelajar (PPI) Paris dan Perancis.
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Prof Syafsir Akhlus mengatakan pelajar mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di luar negeri adalah duta budaya Indonesia. "Acara ini relevan untuk mengangkat khasanah budaya tanah air dengan publik Paris," ujar Akhlus.
Tarian yang dibawakan delapan mahasiswa Indonesia ini menjadi tarian penutup dengan mendapatkan decak kagum dan tepuk tangan meriah penonton.
Dalam rangkaian acara dari sore hingga malam hari, berbagai atraksi seni budaya Indonesia ditampilkan. Dibuka Tari Pendet yang dimainkan anak-anak berhasil menarik perhatian para undangan.
Tarian yang ditampilkan pada acara itu adalah Tari Janger, Kecapi, Angklung, Tari Legong Keraton, Tari Sparkling Surabaya, Tari Baris, Pencak Silat, hingga alunan merdu lagu-lagu nusantara dan peragaan busana batik dan busana adat dari berbagai daerah, seperti Batak, Sunda, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sulawesi dan Kalimantan. Semnentara Tari Saman hadir menghibur di puncak acara.
Menurut Fadil, acara yang dibagi dalam dua sesi ini menampilkan kekayaan seni-budaya Indonesia yang membuat undangan terus bertahan hingga acara selesai. "Kami memberikan suguhan yang menghibur dengan variasi budaya dan keramahan nusantara," ujar Fadil.
Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar RI untuk Perancis dan Kapangeran Andora Asharyadi mengatakan acara yang digelar PPI Paris dan Prancis ini merupakan bagian penting dari misi diplomatik. Interaksi budaya antara para pelajar/mahasiswa dengan berbagai komunitas selama studi bermanfaat untuk memperkenakan Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.
Penonton yang antuasias menyaksikan pertunjukan datang dari berbagai kalangan diantaranya mahasiswa asing berbagai negara yang tengah studi di Paris, perwakilan kampus di Paris, keluarga Franco-Indonesia, dan masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di sekitar Ile de France. Setiap penonton mendapatkan cendermata cantik yang berisi berbagai kerajinan tradisional.
Seorang mahasiswa asal Rumania Sorina Maria Mirea yang jadi model pakaian adat Batak mengungkapkan rasa senangnya bisa terlibat dalam Sourire d'Indonesie.
"Surprise. Saya suka dengan baju tradisi yang saya pakai," ujar Sorina mengatakan sangat senang dengan Tari Saman. "Amazing, tarian ini luar biasa membuatnya ingin berkunjung ke Indonesia," ujar mahasiswa master Program Erasmus Mundus - Food Innovation dan Product Design Agroparistech.
Menurut Ketua PPI Paris Rahmat Arif Jatmiko, panitia berusaha menampilkan pesona yang beragam dari berbagai daerah di Indoensia. "Kami menyadari potensi seni budaya nusantara menarik perhatian masyarakat Paris," ujar Rahmat.
"Bahkan kami juga menghadirkan beberapa mahasiswa asing dari Rusia, Rumania, dan Kamerun menjadi model pakaian tradisional," ujar Rahmat yang tengah studi program master teknik perkotaan di Universite Paris Est Marne-La-Valle ini. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penari Mentari Fahreza pecahkan puluhan piring saat tampil di Ganggam Tari Kontemporer
08 September 2025 10:59 WIB
Hari kedua Ganggam Tari Kontemporer tampilkan tiga karya koreografer perempuan muda Sumbar
08 September 2025 10:55 WIB
Penari bereksperimen dengan plastik pada pertunjukan tari Diam adalah Siksa
07 September 2025 15:33 WIB
Dian Puspita Fadly Amran hadiri pembukaan tari masal murid TK se-Kota Padang
24 April 2025 19:30 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018