Beijing, (Antara) - Pemerintah China kembali meminta Korea Utara segera membebaskan dan menjamin keamanan kapal ikan beserta awaknya, yang ditangkap awal bulan ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei di Beijing, Senin mengatakan enam nelayan China hingga kini masih belum diketahui nasibnya setelah diduga ditangkap orang-orang bersenjata Korea Utara. "Kami meminta Korea Utara untuk menangani dan menyelesaikan persoalan ini dengan cepat dan tepat, termasuk pembebasan kapal beserta awaknya," katanya menegaskan. Bukan itu saja, lanjut Hong Lei, pihak Korea Utara juga harus menjamin keamanan dan keselamatan para nelayan yang ditangkap. Korea Utara menangkap dan menahan kapal nelayan China yang diduga memancing ikan di perairan mereka. Kapal berawak 16 orang itu tertangkap pada 5 Mei. Namun, berita penangkapannya baru mengemuka pada Minggu 19 Mei saat pemilik kapal Yu Xuejun membeberkannya di media sosial Weibo. Yu mengatakan bahwa kapal tersebut ditangkap di perairan yang diklaim Korea Utara. Ia juga telah meminta bantuan Kedutaan Besar China di Pyongyang untuk membantu pembebasan kapal miliknya tersebut pada 10 Mei lalu. Menurutnya, Kedubes China langsung merespon dengan menghubungi pemerintah Korut, tapi sampai saat ini belum dikembalikan juga. Yu mengaku sudah menerima delapan telepon dari para penculiknya yang meminta uang tebusan sebesar 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1 miliar. Belakangan ini, terjadi beberapa insiden di Laut Kuning, yang merupakan wilayah perikanan subur yang terletak antara China dan Semenanjung Korea. Pada Mei 2012, sebanyak 29 nelayan Cina serta tiga kapal ditangkap oleh pihak Korea Utara yang tidak jelas identitasnya. Dua pekan kemudian mereka dibebaskan dan tidak bisa dipastikan apakah karena pembayaran uang tebusan. Identitas pihak penculik juga tidak jelas, apakah merupakan pihak berwenang atau kelompok penjahat. (*/jno)