Logo Header Antaranews Sumbar

Pegawai THL Polsek Palembayan Agam kembali bekerja usai jadi korban banjir bandang

Selasa, 3 Februari 2026 16:54 WIB
Image Print
Pegawai THL Polsek Palembayan Refi Gusmonika sedang melayani warga setempat, Selasa (2/2/2026). ANTARA/HO/Polsek Palembayan

Lubukbasung (ANTARA) - Pegawai Tenaga Harian Lepas (THL) Kepolisian Sektor Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat kembali bekerja dalam melayani warga saat berurusan di kantor tersebut, setelah mengalami patah tulang dan luka-luka akibat banjir bandang melanda pada 27 November 2025.

Kapolsek Palembayan AKP Alwizi Syafriadi di Lubuk Basung, Selasa, mengatakan Refi Gusmonika mulai bekerja dalam melayani warga di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pengurusan surat kehilangan, surat izin keramaian dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

"Refi masuk kerja semenjak Senin (2/2) dan sebelumnya tugas dibantu oleh THL lainnya," katanya.

Ia menambahkan Refi merupakan korban banjir bandang melanda Kampung Tanjung, Jorong Kampung Tangah Barat, Nagari atau Desa Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.

Korban mengalami patah tulang rusuk sebanyak tiga buah, luka-luka pada bagian kaki dan badan, sehingga membutuhkan pemulihan cukup lama.

"Hampir dua bulan korban tidak masuk kerja dan saat ini kondisi sudah mulai membaik," katanya.

Sementara Pegawai THL Polsek Palembayan Refi Gusmonika menambahkan ia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung selama 15 hari dan setelah itu rawat jalan untuk pemulihan.

"Selama rawat jalan, saya tinggal di rumah singah di Padang Baru, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung sampai sembuh," katanya.

Ia menambahkan menjadi korban banjir bandang melanda daerah itu Kamis (27/11/2025). Saat kejadian, ia sempat diseret arus banjir ke belakang rumahnya sekitar 100 meter.

Kondisi lumpur dengan kedalaman sampai leher dan diselamatkan pihak warga setempat sekitar pukul 18.30 WIB.

Setelah itu, langsung dibawa ke Puskesmas Koto Alam untuk mendapatkan perawatan dan dirujuk ke RSUD Lubuk Basung.

"Kejadian ini mengakibatkan delapan keluarga saya meninggal dunia," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026