TNI-AD Ledakkan Bom Sisa Perang Dunia II
Jumat, 2 November 2012 10:05 WIB
Magetan, (ANTARA) - TNI Angkatan Darat dari Detasemen Peralatan (Denpal) Madiun telah meledakkan sebanyak empat mortir aktif yang diduga merupakan peninggalan perang dunia (PD) II.
Koresponden ANTARA di Magetan, Jumat, melaporkan proses peledakan
bom atau mortir tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Denpal Madiun Mayor Kiptono di area Gunung Blego, Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada 1 November lalu.
Data Denpal Madiun mencatat, bom yang diledakkan adalah bom atau mortir yang ditemukan warga di sejumlah daerah hukumnya, di antaranya di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Magetan beberapa waktu lalu.
Selain itu, amunisi kaliber 155, amunisi kaliber 105 yang ditemukan di wilayah Madiun, dan roket ukuran 3,5 inci yang ditemukan di Kabupaten Nganjuk.
"Proses peledakan berjalan lancar dan sesuai rencana dengan bantuan 10 personel. Peledakan ini sudah sesuai dengan protap juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Menurut dia, sebelum diledakkan, mortir atau bom-bom tersebut dikubur di dalam tanah dengan kedalaman sekitar satu meter, kemudian diledakkan.
Radius getaran selama peledakan bom diperkirakan mencapai 200 meter dari lokasi. Peledakan ini mengundang penasaran warga desa sekitar hingga banyak yang menonton.
Namun, warga yang menonton peledakan tersebut bisa diatur. Warga yang melihat bersedia untuk menjauh dan menjaga jarak dari lokasi peledakan demi keselamatan.
"Kita cemas jika tidak segera diledakkan nanti malah meledak di area yang bukan tempatnya dan bisa saja memakan korban. Jadi ini sudah tepat," terangnya.
Sebelumnya, petugas Polres Magetan mengamankan sebuah mortir kuno yang diduga masih aktif hasil temuan warga di sekitar sungai Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, kabupaten setempat pada 13 Oktober lalu. Mortir itu memiliki ukuran panjang 90 cm dan lingkaran 75 cm.
Demikian juga, petugas Polsek Dolopo, Polres Madiun mengamankan sebuah mortir kuno yang diduga masih aktif hasil temuan warga di Desa Bader, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun pada 15 Oktober lalu.
Mortir kuno tersebut memiliki ukuran panjang 30 cm dan diameter 40 cm. Guna keamanan mortir atau bom tersebut diserahkan ke pihak berwenang. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018