Lembaga PBB Bantu Myanmar Bersiap Hadapi Topan Tropis
Kamis, 16 Mei 2013 6:59 WIB
PBB. New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Lembaga bantuan PBB telah bekerjasama dengan Pemerintah Myanmar untuk melakukan persiapan menghadapi topan tropis yang mengancam, termasuk memindahkan sebanyak 36.000 orang yang kehilangan tempat tinggal, kata juru bicara PBB kepada wartawan pada Rabu (15/5).
"Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan bahwa, menurut Pemerintah di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, sebanyak 36.000 orang yang kehilangan tempat tinggal telah pindah saat Topan Mahasen mendekat," kata Martin Nesirky, Juru Bicara bagi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, dalam taklimat harian di Markas PBB, New York.
Topan Tropis Mahasen, yang diperkirakan mendarat dalam waktu 24 jam sampai 36 jam ke depan, diperkirakan mengancam jutaan orang di seluruh wilayah tersebut.
Setakat ini, "organisasi bantuan di Rakhine, termasuk Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan OCHA, memantau saat banyak orang mungkin dipindahkan" selain "menyediakan keterangan buat orang yang kehilangan tempat tinggal mengenai topan itu, tentang perlunya mereka pindah ke tempat aman dan mengenai rencana persiapan pemerintah," kata Nesirky.
Pada saat ini, "lembaga bantuan melaporkan keberatan dari sebagian orang yang kehilangan tempat tinggal agar pindah karena kurangnya pengertian. Mereka juga khawatir bahwa mereka takkan dikembalikan ke tempat mereka saat ini tinggal", kata Nesirky sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
"Lembaga PBB dan mitra mereka saat ini telah menekankan kepada masyarakat dan pemerintah mengenai pentingnya untuk menjamin keselamatan dan perlindungan rakyat yang terancam," katanya.
Sejauh ini, "Pemerintah di Sittwe, Ibu Kota Rakhine, hari ini memintah para pemimpin masyarkaat Rakhine dan Rohingya agar membantu pemindahan dengan menjelaskan kepada masyarakat mengenai perlunya pindah ke tempat aman," kata Nesirky.
Pada penghujung pekan lalu, Depratemen Hidrologi dan Meteorologi di negeri itu memproyeksikan dan memperingatkan mengenai kemungkinan topan yang sangat kuat menejang daerah pantai Rakhine di bagian barat negeri tersebut.
Departemen itu juga memperingatkan mengenai hujan lebat di wilayah tengah, terutama di Magway, Sagaing dan Mandalay dan kemungkinan bahaya tanah longsor serta hujan lebat ketika topan tersebut melewati daerah pantai Rakhine serta Maungtaw dan Sittway dengan angin berkecepatan sampai 190 kilometer per jam. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Tempo Doeloe - Moh Yamin dan Luat Siregar tentang Keanggotaan Indonesia dalam PBB
04 February 2026 21:25 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018