BMKG: Nelayan Waspadai Angin Kencang
Jumat, 10 Mei 2013 7:17 WIB
Bengkulu, (Antara) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bengkulu menginformasikan kepada nelayan di daerah itu untuk mewaspadai ancaman angin kencang dan gelombang laut yang tinggi.
"Berdasakan ringkasan cuaca 12 jam ke depan, memprakirakan angin di wilayah Bengkulu pada umumnya bertiup dari arah timur laut hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 05-36 kilometer per jam atau antara 03-20 knot," kata Analis BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu Diah Novita Astuti di Bengkulu, Jumat.
Berdasarkan pantauan citra satelit cuaca, liputan awan hujan berada di sepanjang pesisir Sumatra, antara lain wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Mentawai, Bengkulu, hingga barat Lampung.
Prakiraan cuaca di wilayah Bengkulu sebagian besar tetap berawan dan hujan ringan, terutama di Rejang Lebong, Kepahiang, dan Bengkulu Tengah.
Suhu udara berkisar 22-28 derajat Celcius dan kelembaban antara 71-98 persen.
Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara berpeluang hujan sedang hingga lebat, suhu udara berkisar 23-28 derajat Celcius dan kelembaban antara 72-99 persen.
Ia juga memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Bengkulu
sekitar 2,5 meter, angin di wilayah itu bertiup dari timur laut hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 03-20 knot.
Tinggi gelombang laut di perairan Enggano dan barat Bengkulu rata-rata tiga meter, angin di perairan Enggano berembus dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 03-23 knot.
Embusan angin di perairan barat Bengkulu berpelung terjadi dari timur hingga selatan dengan kecepatan antara 05-28 knot.
"Di wilayah itu berpeluang hujan ringan," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018