Pengusaha nasional Nurhayati Subakat sebut lima nilai yang perlu ditanamkan sejak mahasiswa
Senin, 6 Juli 2020 12:20 WIB
Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (honoris causa) kepada Dra Nurhayati Subakat, Apt (tengah), sehingga pengusaha kosmetik merek Wardah itu menjadi perempuan pertama penerima gelar tersebut. (Dok Humas ITB)
Jakarta, (ANTARA) - Alumnus Insititut Teknologi Bandung (ITB) yang juga pengusaha nasional Nurhayati Subakat mengatakan terdapat lima nilai yang harus dilatih dan ditanamkan sejak mahasiswa.
"Pertama adalah Ketuhanan, bagaimana kita harus jujur, bertanggung jawab dan menebar kebaikan," ujar Nurhayati dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Nilai kedua adalah kepedulian dan menjunjung tinggi kebersamaan serta memberi manfaat kepada sesama. nilai ketiga adalah rendah hati, menghormati dan belajar terus-menerus.
"Keempat adalah ketangguhan yakni berani dan pantang menyerah, ulet dan disiplin," jelas dia.
Nilai terakhir tersebut adalah inovatif. Dia menjelaskan nilai-nilai tersebut harus dilatih dan ditanamkan sejak menjadi mahasiswa.
Dia menceritakan bagaimana pihaknya membangun perusahaan kosmetik Wardah yang berawal dari dua karyawan dan hanya pada skala industri rumahan. Namun sekarang menjadi perusahaan kosmetik lokal yang mendunia dengan 12.000 karyawan serta luas pabrik sekitar 26 hektare.
"Kendala yang terjadi saat ini, adalah untuk kosmetik banyak bahan baku banyak berasal dari impor. Untuk itu perlu kerja sama industri dan perguruan tinggi untuk menggali bahan baku lokal," kata dia lagi.
Nurhayati merupakan alumnus Farmasi ITB yang lulus pada 1975 dengan predikat lulusan terbaik. Ia juga mendapat predikat yang sama saat lulus dari pendidikan profesi apoteker di ITB pada tahun 1976. Ia juga mendapatkan gelar doktor kehormatan dari ITB.
Nurhayati berharap generasi muda untuk tetap produktif dan sukses meski saat ini sedang pandemi COVID-19. Ia percaya di setiap kesulitan ada kemudahan. Nurhayati merupakan salah satu alumni ITB yang juga aktif memberikan sumbangan pada pengembangan kampus.
ITB pada mulanya bernama Technische Hogeschool pada 1920. Kemudian pada 1959, namanya berubah menjadi Institut Teknologi Bandung dan diresmikan Presiden Soekarno. Peringatan 100 tahun atau seabad ITB memiliki tema Inovasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. (*)
"Pertama adalah Ketuhanan, bagaimana kita harus jujur, bertanggung jawab dan menebar kebaikan," ujar Nurhayati dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Nilai kedua adalah kepedulian dan menjunjung tinggi kebersamaan serta memberi manfaat kepada sesama. nilai ketiga adalah rendah hati, menghormati dan belajar terus-menerus.
"Keempat adalah ketangguhan yakni berani dan pantang menyerah, ulet dan disiplin," jelas dia.
Nilai terakhir tersebut adalah inovatif. Dia menjelaskan nilai-nilai tersebut harus dilatih dan ditanamkan sejak menjadi mahasiswa.
Dia menceritakan bagaimana pihaknya membangun perusahaan kosmetik Wardah yang berawal dari dua karyawan dan hanya pada skala industri rumahan. Namun sekarang menjadi perusahaan kosmetik lokal yang mendunia dengan 12.000 karyawan serta luas pabrik sekitar 26 hektare.
"Kendala yang terjadi saat ini, adalah untuk kosmetik banyak bahan baku banyak berasal dari impor. Untuk itu perlu kerja sama industri dan perguruan tinggi untuk menggali bahan baku lokal," kata dia lagi.
Nurhayati merupakan alumnus Farmasi ITB yang lulus pada 1975 dengan predikat lulusan terbaik. Ia juga mendapat predikat yang sama saat lulus dari pendidikan profesi apoteker di ITB pada tahun 1976. Ia juga mendapatkan gelar doktor kehormatan dari ITB.
Nurhayati berharap generasi muda untuk tetap produktif dan sukses meski saat ini sedang pandemi COVID-19. Ia percaya di setiap kesulitan ada kemudahan. Nurhayati merupakan salah satu alumni ITB yang juga aktif memberikan sumbangan pada pengembangan kampus.
ITB pada mulanya bernama Technische Hogeschool pada 1920. Kemudian pada 1959, namanya berubah menjadi Institut Teknologi Bandung dan diresmikan Presiden Soekarno. Peringatan 100 tahun atau seabad ITB memiliki tema Inovasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. (*)
Pewarta : Indriani
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Kesehatan rangkul mahasiswa sosialisasikan Program JKN di Bukittinggi
15 September 2025 11:51 WIB
Prof. Tatacipta Dirgantara, Rektor Baru ITB Periode 2025--2030: Kilas Balik Proses Pemilihan dan Harapan Baru Dunia Pendidikan
22 January 2025 13:48 WIB, 2025
Pakar ITB: BBM RON tinggi lebih sesuai untuk kendaraan berteknologi AI
22 November 2023 8:19 WIB, 2023
Sakti Wahyu Trenggono: Perguruan tinggi harus didukung dana yang kuat
31 October 2023 18:31 WIB, 2023
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Unbrah gelar Promosi Bersanding dengan kampus ternama nasional dalam Edufair Bengkulu 2026
08 January 2026 6:23 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB