AS Kecam Gerilyawan Atas Kelaparan di Somalia
Jumat, 3 Mei 2013 7:36 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat Kamis mengatakan pihaknya "bersedih" mempelajari hampir 260.000 orang, separoh dari mereka anak-anak, meninggal karena kelaparan di Somalia, dan menyalahkan gerilyawan karena memblokade bantuan secara "tidak manusiawi".
"Amerika Serikat sangat sedih atas hilangnya nyawa dan penderitaan manusia yang disebabkan oleh kelaparan Somalia pada 2011-2012," kata pejabat wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Patrick Ventrell.
Penyebab "yang kompleks dan terjadi karena kelangkaan hujan, termasuk kesulitan ekonomi, politik, sosial dan keamanan," tambahnya.
Jumlah korban terungkap dalam satu laporan baru PBB jauh lebih tinggi daripada yang ditakuti pada saat krisis pangan 2010-2012 di negara Afrika yang bermasalah itu, dan juga melebihi 220.000 yang mati akibat kelaparan pada tahun 1992.
Somalia adalah negara yang paling terpukul oleh kekeringan ekstrem pada tahun 2011 yang mempengaruhi lebih dari 13 juta orang di Tanduk Afrika.
Setengah dari mereka yang meninggal adalah anak-anak balita, menurut laporan bersama Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan Sistem Jaringan Peringatan Dini Kelaparan yang didanai PBB.
Sistem peringatan dini telah memberikan bantuan organisasi-organisasi mengerem krisis berkembang, dan membantu menyelamatkan banyak nyawa, kata Ventrell.
Tetapi "Al-Shabaab secara tidak manusiawi menyumbat bantuan kemanusiaan sebelum dan selama terjadi kelaparan, termasuk melarang puluhan organisasi kemanusiaan memberikan bantuan untuk menyelamatkan nyawa mereka, menggagalkan respons kemanusiaan internasional yang lebih cepat dan bisa menyelamatkan nyawa lebih banyak."
Para gerilyawan garis keras juga menolak "untuk memungkinkan penduduk terpengaruh dan meninggalkan daerah yang dikendalikan dan mencegah mereka untuk meminta bantuan dari tempat lain."
Washington telah disediakan beberapa 360 juta dolar AS dalam bantuan pangan ke Somalia, kata Ventrell.
Dia menambahkan, AS telah "bekerja sangat keras dalam menghadapi krisis ini."
Shebab, satu kelompok terkait Al-Qaida yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Somalia, menjadi sangat lemah di tangan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, namun masih melakukan serangan mematikan, termasuk di ibu kota. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi IX DPR kecam kasus kekerasan seksual dokter PPDS Unpad di RSHS Bandung
10 April 2025 13:20 WIB
Palestina kecam Israel atas pemindahan paksa pasien ke RS Indonesia
29 December 2024 13:06 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018