Dua pertiga perusahaan sponsor belum yakin akan mendukung Olimpiade Tokyo 2021
Jumat, 12 Juni 2020 15:37 WIB
Warga dengan masker pelindung akibat mewabahnya virus korona, berada di depan cincin Olimpiade Raksasa di area tepi laut Taman Marina Odaiba, Tokyo, Jepang, Kamis (27/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/foc/djo
Jakarta, (ANTARA) - Sebanyak dua pertiga perusahaan sponsor Olimpiade Tokyo 2020 belum memutuskan apakah akan melanjutkan mendukung Olimpiade yang sekarang diundur ke 2021, menurut survei baru.
Pada jajak pendapat yang dipublikasikan Kamis malam oleh penyiaran publik Jepang NHK di Tokyo yang dikutip AFP, Jumat, sebanyak 65 persen sponsor yang disurvei mengatakan mereka belum memutuskan apakah akan memperpanjang dukungan finansial setahun lagi.
Menurut NHK, beberapa perusahaan menyuarakan keprihatinan bahwa aktivitas promosi mereka seputar Olimpiade mungkin dibatasi karena tindakan pengurangan kerumunan yang diterapkan untuk melawan virus corona.
Mereka juga khawatir Olimpiade bisa dibatalkan sama sekali, dengan banyaknya pejabat senior Olimpiade mengatakan Olimpiade Tokyo harus dilaksanakan tahun depan atau tidak sama sekali.
Banyak juga yang mengatakan mereka belum memutuskan untuk memperpanjang sponsorship karena mereka belum membuka negosiasi dengan penyelenggara -- menunjukkan mereka mungkin terbuka untuk persuasi.
Lebih dari dua pertiga (68 persen) responden mengatakan virus corona telah merusak situasi finansial mereka sendiri, sementara penyelenggara Olimpiade harus mendanai penundaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Penyelenggara Tokyo 2020 telah menolak untuk memberi label harga pada biaya tambahan penundaan Olimpiade selama setahun, namun Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menyisihkan 800 juta dolar AS.
Menurut anggaran terbaru, Olimpiade akan memakan biaya 12,6 miliar dolar AS, yang terbagi antara komite penyelenggara, pemerintah Jepang dan Kota Tokyo.
Sponsor "Emas" Tokyo 2020 termasuk nama-nama perusahaan Jepang seperti Canon, NEC dan Asahi Breweries, sementara raksana otomotif Toyota adalah sponsor Olimpiade di seluruh dunia.
Menurut versi terbaru anggaran Tokyo 2020, sponsorship lokal akan mendatangkan 3,3 miliar dolar, lebih dari setengah keuntungan yang diproyeksikan 5,9 miliar dolar.
Sejak penundaan, para pejabat telah menekankan perlunya merampingkan Olimpiade, baik dalam biaya maupun organisasi.
Presiden IOC Thomas Bach mengatakan kepada AFP dalam wawancara pekan ini bahwa mereka mencari cara untuk "menyederhanakan organisasi Olimpiade, bagaimana kita mengurangi kerumitan Olimpiade, bagaimana kita bisa menghemat biaya untuk Olimpiade yang tertunda ini".
Kepala eksekutif Tokyo 2020 Toshiro Muto telah mengatakan terdapat 200 proposal di meja untuk menyederhanakan Olimpiade, tapi menolak untuk memberi rincian lebih jauh.
Untuk surveinya, NHK menyurvei 78 sponsor Olimpiade dan Paralimpiade, menerima tanggapan dari 57 sponsor. (*)
Pada jajak pendapat yang dipublikasikan Kamis malam oleh penyiaran publik Jepang NHK di Tokyo yang dikutip AFP, Jumat, sebanyak 65 persen sponsor yang disurvei mengatakan mereka belum memutuskan apakah akan memperpanjang dukungan finansial setahun lagi.
Menurut NHK, beberapa perusahaan menyuarakan keprihatinan bahwa aktivitas promosi mereka seputar Olimpiade mungkin dibatasi karena tindakan pengurangan kerumunan yang diterapkan untuk melawan virus corona.
Mereka juga khawatir Olimpiade bisa dibatalkan sama sekali, dengan banyaknya pejabat senior Olimpiade mengatakan Olimpiade Tokyo harus dilaksanakan tahun depan atau tidak sama sekali.
Banyak juga yang mengatakan mereka belum memutuskan untuk memperpanjang sponsorship karena mereka belum membuka negosiasi dengan penyelenggara -- menunjukkan mereka mungkin terbuka untuk persuasi.
Lebih dari dua pertiga (68 persen) responden mengatakan virus corona telah merusak situasi finansial mereka sendiri, sementara penyelenggara Olimpiade harus mendanai penundaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Penyelenggara Tokyo 2020 telah menolak untuk memberi label harga pada biaya tambahan penundaan Olimpiade selama setahun, namun Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menyisihkan 800 juta dolar AS.
Menurut anggaran terbaru, Olimpiade akan memakan biaya 12,6 miliar dolar AS, yang terbagi antara komite penyelenggara, pemerintah Jepang dan Kota Tokyo.
Sponsor "Emas" Tokyo 2020 termasuk nama-nama perusahaan Jepang seperti Canon, NEC dan Asahi Breweries, sementara raksana otomotif Toyota adalah sponsor Olimpiade di seluruh dunia.
Menurut versi terbaru anggaran Tokyo 2020, sponsorship lokal akan mendatangkan 3,3 miliar dolar, lebih dari setengah keuntungan yang diproyeksikan 5,9 miliar dolar.
Sejak penundaan, para pejabat telah menekankan perlunya merampingkan Olimpiade, baik dalam biaya maupun organisasi.
Presiden IOC Thomas Bach mengatakan kepada AFP dalam wawancara pekan ini bahwa mereka mencari cara untuk "menyederhanakan organisasi Olimpiade, bagaimana kita mengurangi kerumitan Olimpiade, bagaimana kita bisa menghemat biaya untuk Olimpiade yang tertunda ini".
Kepala eksekutif Tokyo 2020 Toshiro Muto telah mengatakan terdapat 200 proposal di meja untuk menyederhanakan Olimpiade, tapi menolak untuk memberi rincian lebih jauh.
Untuk surveinya, NHK menyurvei 78 sponsor Olimpiade dan Paralimpiade, menerima tanggapan dari 57 sponsor. (*)
Pewarta : Fitri Supratiwi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komnas Perempuan 2020-2025 pimpin upaya penghapusan kekerasan perempuan
25 March 2025 12:01 WIB, 2025
Polisi Bukittinggi tangkap warga pengoplos gas yang beraksi sejak 2020
12 March 2025 10:22 WIB, 2025
Penyidik Kejari Pasbar serahkan tersangka beserta barang bukti Tipikor dan TPPU perkara RSUD 2018-2020 ke penuntut umum
04 October 2023 5:00 WIB, 2023
Kejari Tetapkan Mantan Ketua Baznas Pasaman 2016-2020, SYF sebagai Tersangka
11 September 2023 20:16 WIB, 2023
1.167 calon haji lunas tunda 2020 dan 2022 wajib selesaikan biaya haji
30 April 2023 17:57 WIB, 2023
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Piala Asia 2027 : Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar dan Thailand
10 May 2026 5:16 WIB