Bantuan ADB Capai Rp215 Triliun Sepanjang 2012
Sabtu, 27 April 2013 13:35 WIB
Jakarta, (Antara) - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujuai bantuan pembiayaan sebesar 21,57 miliar dolar AS atau sekitar Rp215 triliun sepanjang 2012 untuk operasi pembiayaan di berbagai kawasan di Asia.
Siaran pers ADB yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, menyebutkan sepanjang 2012, operasi pembiayaan berkonsentrasi di lima areal inti yaitu infrastruktur, lingkungan, kerja sama dan integrasi regional, pengembangan sektor finansial, dan pendidikan.
Berbagai bantuan ADB tersebut fokus dalam tiga kunci agenda pembangunan yang mencakup pertumbuhan inklusif, pertumbuhan berkelanjutan secara lingkungan, dan integrasi regional.
Terkait dengan integrasi regional, ADB berupaya untuk mempererat hubungan antara negara termasuk mendukung Dana Infrastruktur ASEAN.
Sebagaimana telah diberitakan Kantor Berita Xinhua, laporan ADB memperkirakan bahwa negosiasi antara ASEAN dan enam mitra dialog untuk Kemitraan Ekonomi Regional Komprehensif (RCEP) yang dimulai tahun lalu di KTT Asia Timur di Kamboja bisa meningkatkan pertumbuhan secara signifikan pada 2025.
"Sebuah kesepakatan perdagangan RCEP pada akhirnya akan menciptakan blok perdagangan bebas terbesar di dunia, dengan implikasi ekonomi mendalam bagi ekonomi dunia," tulis laporan itu.
Dalam grafik perbandingan negara-negara mitra diproyeksikan perolehan pendapatan dari RCEP pada 2025, diukur dengan perubahan dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara pada 2007, Brunei datang dengan kenaikan tertinggi 6,0 persen.
Vietnam berada di urutan kedua dengan 5,0 persen sementara Korea Selatan diperkirakan menjadi negara ketiga yang akan memperoleh keuntungan dari kemitraan, dengan kenaikan sebesar hampir 4,0 persen pada PDB.
Malaysia merupakan negara keempat paling diuntungkan dari RCEP dengan perolehan pendapatan diperkirakan sedikit di atas tiga persen dan Thailand datang berikutnya dengan proyeksi pendapatan sedikit di bawah tiga persen.
India, negara anggota ASEAN lainnya, Jepang, China, Indonesia dan Australia semua diproyeksikan untuk melihat kenaikan satu persen pada PDB mereka dari perjanjian perdagangan.
Ketika selesai RCEP akan menjangkau 16 negara dengan pasar gabungan lebih dari tiga miliar orang dan PDB gabungan sekitar 19,78 triliun dolar AS berdasarkan angka 2011. Negosiasi telah dimulai dengan perjanjian resmi kemungkinan akan ditandatangani pada 2015. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PLN Terima Penghargaan ADB atas Implementasi Safeguards Proyek Ketenagalistrikan di Indonesia
14 April 2025 15:04 WIB
Didukung ADB, Wamen BUMN: ETM jadi skema investasi kunci percepat transisi energi
18 October 2022 19:12 WIB, 2022
ADB turunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun depan jadi 5 persen
21 September 2022 13:43 WIB, 2022
ADB naikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun ini jadi 5,4 persen
21 September 2022 13:07 WIB, 2022
ABD: empat perlima negara berkembang Asia di peringkat terbawah lingkungan digital pengusaha
21 September 2022 10:30 WIB, 2022
Dampak perang Rusia-Ukraina: memperlambat pertumbuhan negara berkembang Asia
06 April 2022 8:11 WIB, 2022
ADB setujui pinjaman 150 juta dolar untuk percepat pemulihan ekonomi Indonesia
16 February 2022 13:15 WIB, 2022
ADB-UNICEF komitmen bantu anak dan kaum muda Indonesia dalam perangi COVID-19
14 April 2020 10:46 WIB, 2020
Begini cara petani Mongolia raup untung Rp5,9 miliar per tahun dari jerami
25 October 2019 10:03 WIB, 2019