Jakarta, (Antara) - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujuai bantuan pembiayaan sebesar 21,57 miliar dolar AS atau sekitar Rp215 triliun sepanjang 2012 untuk operasi pembiayaan di berbagai kawasan di Asia. Siaran pers ADB yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu, menyebutkan sepanjang 2012, operasi pembiayaan berkonsentrasi di lima areal inti yaitu infrastruktur, lingkungan, kerja sama dan integrasi regional, pengembangan sektor finansial, dan pendidikan. Berbagai bantuan ADB tersebut fokus dalam tiga kunci agenda pembangunan yang mencakup pertumbuhan inklusif, pertumbuhan berkelanjutan secara lingkungan, dan integrasi regional. Terkait dengan integrasi regional, ADB berupaya untuk mempererat hubungan antara negara termasuk mendukung Dana Infrastruktur ASEAN. Sebagaimana telah diberitakan Kantor Berita Xinhua, laporan ADB memperkirakan bahwa negosiasi antara ASEAN dan enam mitra dialog untuk Kemitraan Ekonomi Regional Komprehensif (RCEP) yang dimulai tahun lalu di KTT Asia Timur di Kamboja bisa meningkatkan pertumbuhan secara signifikan pada 2025. "Sebuah kesepakatan perdagangan RCEP pada akhirnya akan menciptakan blok perdagangan bebas terbesar di dunia, dengan implikasi ekonomi mendalam bagi ekonomi dunia," tulis laporan itu. Dalam grafik perbandingan negara-negara mitra diproyeksikan perolehan pendapatan dari RCEP pada 2025, diukur dengan perubahan dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara pada 2007, Brunei datang dengan kenaikan tertinggi 6,0 persen. Vietnam berada di urutan kedua dengan 5,0 persen sementara Korea Selatan diperkirakan menjadi negara ketiga yang akan memperoleh keuntungan dari kemitraan, dengan kenaikan sebesar hampir 4,0 persen pada PDB. Malaysia merupakan negara keempat paling diuntungkan dari RCEP dengan perolehan pendapatan diperkirakan sedikit di atas tiga persen dan Thailand datang berikutnya dengan proyeksi pendapatan sedikit di bawah tiga persen. India, negara anggota ASEAN lainnya, Jepang, China, Indonesia dan Australia semua diproyeksikan untuk melihat kenaikan satu persen pada PDB mereka dari perjanjian perdagangan. Ketika selesai RCEP akan menjangkau 16 negara dengan pasar gabungan lebih dari tiga miliar orang dan PDB gabungan sekitar 19,78 triliun dolar AS berdasarkan angka 2011. Negosiasi telah dimulai dengan perjanjian resmi kemungkinan akan ditandatangani pada 2015. (*/jno)