Tersangka Pembom Boston Berencana Serang Times Square
Jumat, 26 April 2013 7:46 WIB
New York, (Antara/AFP) - Kakak-beradik etnik Chechnya yang dituduh melakukan pemboman pada Marathon Boston juga berencana menyerang Times Square, kata Wali Kota New York Michael Bloomberg, Kamis.
Menurut Bloomberg, informasi mengenai rencana serangan itu diberikan oleh tersangka yang masih hidup, Dzhokhar Tsarnaev, kepada Biro Penyelidik Federal (FBI).
"Mengerikan bahwa kita masih tetap menjadi sasaran serangan teroris," kata Bloomberg pada jumpa pers.
"Kemarin malam kami diberi tahu FBI, penyerang yang selamat mengungkapkan bahwa New York City merupakan sasaran mendatang dalam daftar serangan mereka," kata Bloomberg.
"Ia mengatakan kepada FBI bahwa ia dan saudaranya berniat berkendaraan ke New York dan menandai bom-bom tambahan di Times Square," lanjut Bloomberg.
Tsarnaev dan kakaknya, Tamerlan, mengatakan, mereka berencana pergi ke New York "untuk pesta", kata beberapa penyelidik.
Tamerlan Tsarnaev tewas ditembak polisi empat hari setelah pemboman Boston pada 15 April yang menewaskan tiga orang dan mencederai 264.
Dzhokhar Tsarnaev cedera parah dalam perburuan untuk menangkapnya dan kini dirawat di rumah sakit di Boston.
Pengamanan diperketat di Washington dn wilayah-wilayah lain AS setelah pemboman mematikan di dekat garis finish pada Marathon Boston yang menggemparkan dunia itu.
Marathon Boston merupakan salah satu even atletik tahunan terbesar yang diadakan di AS, yang diikuti hampir 27.000 peserta yang memenuhi syarat dan disaksikan puluhan ribu penonton.
Para pemimpin Chechnya menyatakan, kedua tersangka pembom Boston tidak dikenal di wilayah Rusia selatan itu meski mereka keturunan Chechnya.
"Mereka tumbuh di Amerika, pandangan dan keyakinan mereka terbentuk di sana. Akar kejahatan harus dicari di Amerika," kata Ramzan Kadyrov, pemimpin republik Kaukasus Utara itu, dalam pernyataan di akun Instagram-nya, Jumat (19/4).
Kadyrov sebelumnya mengatakan kepada Kantor Berita RIA Novosti, "Kami tidak mengenal Tsarnaev bersaudara. Mereka tidak tinggal di Chechnya. Mereka tinggal dan belajar di Amerika. Apa yang terjadi di Amerika adalah kesalahan badan-badan khusus Amerika."
Lawatan Tamerlan Tsarnaev ke wilayah bergolak Kaukasus Utara Rusia tahun lalu menimbulkan kecurigaan bahwa ia mungkin melakukan kontak dengan kelompok-kelompok militan yang berjuang melawan Moskow untuk mendirikan sebuah negara Islam.
Namun, sebuah peryataan dari kelompok militan yang beroperasi di Dagestan, dimana kakak-beradik penyerang bom Boston itu dibesarkan ketika masih anak-anak, mengatakan bahwa Emirat Kaukasus pimpinan Doku Umarov, tokoh yang paling diburu di Rusia, tidak berperang dengan Washington dan tidak menyerang AS. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Di sepeda motor pembom bunuh diri Polrestabes Medan, polisi temukan peluru Kaliber 22
14 November 2019 13:44 WIB, 2019
Pembom bunuh diri Polrestabes Medan ternyata mahasiswa, berinisial RMN
13 November 2019 15:41 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018