3.062 UKM di Indragiri Hilir terdampak COVID-19
Jumat, 17 April 2020 10:52 WIB
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Inhil, Tengku Edy. (ANTARA/Adriah)
Indragiri Hilir (ANTARA) - Sebanyak 3.062 Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, terdampak secara ekonomi akibat merebaknya virus corona penyebab penyakit COVID-19 di daerah itu.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabuapten Indragiri Hilir Tengku Edy di Tembilahan, Jumat, menyebutkan ribuan UKM tersebut tersebar di 20 kecamatan dan saat ini tak lagi beroperasi akibat wabah asal Wuhan, China ini.
"Ada 3.062 UKM di Inhil terdampak COVID-19 yang sudah kami data. Jadi bukan hanya masyarakat terdampak, UKM-UKM juga sangat sulit dalam mencari pemasukan sekarang," jelas Tengku Edy.
Oleh karena itu, dia berharap agar pemerintah pusat bisa memberikan bantuan modal bagi UKM yang terdampak agar bisa kembali bangkit dari keterpurukan.
"Jika ada dukungan modal maka UKM ini bisa kembali beroperasi," sebutnya.
Tengku menuturkan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pendataan UKM yang terdampak dan telah mengirimkan data tersebut melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi sesuai dengan arahan Kementerian Koperasi dan UKM.
"Sekarang hanya menunggu realisasinya," sebutnya.
Tengku menegaskan bahwa 3.062 UMK tersebut merupakan UKM yang aktif dan terdata melalui https://oss.go.id yang dikelola Badan Koordinasi Penanaman Modal. "Ini semua merupakan UKM aktif," tegasnya.
Dia berharap pandemik corona ini segera berakhir agar kegiatan ekonomi atau sektor lainnya bisa kembali pulih seperti sedia kala.
Sementara itu, hingga saat ini tercatat ada 6.098 orang dengan pemantauan (ODP) yang terdiri dari ODP Dalam Pemantauan sebanyak 68, ODP Selesai Pemantauan 3.952, Orang Tanpa Gejala (OTG) 2.078.
Sementara itu, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak delapan orang yang terdiri dari PDP masih dirawat dua orang, empat PDP yang sembuh, dua PDP meninggal dunia.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabuapten Indragiri Hilir Tengku Edy di Tembilahan, Jumat, menyebutkan ribuan UKM tersebut tersebar di 20 kecamatan dan saat ini tak lagi beroperasi akibat wabah asal Wuhan, China ini.
"Ada 3.062 UKM di Inhil terdampak COVID-19 yang sudah kami data. Jadi bukan hanya masyarakat terdampak, UKM-UKM juga sangat sulit dalam mencari pemasukan sekarang," jelas Tengku Edy.
Oleh karena itu, dia berharap agar pemerintah pusat bisa memberikan bantuan modal bagi UKM yang terdampak agar bisa kembali bangkit dari keterpurukan.
"Jika ada dukungan modal maka UKM ini bisa kembali beroperasi," sebutnya.
Tengku menuturkan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pendataan UKM yang terdampak dan telah mengirimkan data tersebut melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi sesuai dengan arahan Kementerian Koperasi dan UKM.
"Sekarang hanya menunggu realisasinya," sebutnya.
Tengku menegaskan bahwa 3.062 UMK tersebut merupakan UKM yang aktif dan terdata melalui https://oss.go.id yang dikelola Badan Koordinasi Penanaman Modal. "Ini semua merupakan UKM aktif," tegasnya.
Dia berharap pandemik corona ini segera berakhir agar kegiatan ekonomi atau sektor lainnya bisa kembali pulih seperti sedia kala.
Sementara itu, hingga saat ini tercatat ada 6.098 orang dengan pemantauan (ODP) yang terdiri dari ODP Dalam Pemantauan sebanyak 68, ODP Selesai Pemantauan 3.952, Orang Tanpa Gejala (OTG) 2.078.
Sementara itu, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak delapan orang yang terdiri dari PDP masih dirawat dua orang, empat PDP yang sembuh, dua PDP meninggal dunia.
Pewarta : Adriah
Editor : Hendra Agusta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kabur, polisi minta sopir bus Putra Inhil penyebab tabrakan beruntun untuk serahkan diri
21 October 2021 12:22 WIB, 2021
Mengaku pensiunan tentara AS di medsos ternyata orang Nigeria, ASN Indragiri Hilir tertipu Rp271 juta
29 November 2020 7:16 WIB, 2020
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Personel Lanud Pangeran M Bun Yamin asah kemampuan melalui latihan aeromodeling
13 February 2026 18:37 WIB
Pesawat tempur Super Tucano dan F16 TNI AU uji coba pendaratan di jalan tol
11 February 2026 18:58 WIB
Truk pengangkut BBM pascaterbannya Jalan Lembah Anai ke jalur Sitinjau Lauik
07 February 2026 22:21 WIB