Segaf Al Jufri: BPIH Tak Perlu Naik
Selasa, 30 Oktober 2012 18:14 WIB
Palu, (ANTRA) - Ketua MUI Sulawesi Tengah Sayyid Sagaf Al Jufri menyatakan tidak setuju jika setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dinaikkan karena tak akan mengurangi daftar tunggu (waiting list) calon haji (Calhaj) setiap musim haji.
"Alasan menaikkan setoran awal BPIH kepada sejumlah bank penerima setoran (BPS) haji dalam upaya memperpendek daftar tunggu haji, tak akan mengurangi animo orang pergi haji setiap tahun," kata pimpinan Pondok Pesantren Al Khairat, Palu, Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa.
Ia menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan baik. Jemaah haji di tanah suci tak banyak mengalami persoalan. Hanya saja untuk permukiman ke depan masih perlu terus dipikirkan agar Indonesia memiliki pemondokan tetap. Hal ini memang sulit karena terkait dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi.
Kendati demikian ia berharap jajaran Kementerian Agama terus melakukan upaya mendapatkan pondokan tetap, meski hal itu dilakukan dengan cara menyewa cukup lama. Jika itu bisa terjadi, toh bisa dimanfaatkan bagi para penyelenggara umroh sepanjang tahun.
Terkait dengan wacana kenaikan ongkos haji atau setoran awal BPIH dari semula Rp25 juta menjadi Rp32,5 juta, menurut dia, hal itu tak perlu dilakukan.
Jika alasannya menekan panjangnya antrean, hal itu juga kurang rasional. Justru yang harus ditertibkan adalah mencegah seseorang pergi haji berkali-kali dan memberikan kesempatan kepada yang belum berhaji.
Ia berharap Kementerian Agama dapat mencegah orang pergi haji tiap tahun. Kecuali jika yang bersangkutan sudah 10 tahun dan kemudian pergi haji lagi. Tapi, semua itu harus dituangkan dalam aturan yang tegas.
Kalaupun setoran BPIH dinaikkan dengan alasan untuk dana optimalisasi untuk subsidi jemaah di Arab Saudi, ulama kharismatik ini tak sependapat.
Ia mengatakan, seseorang pergi haji tatkala menyetor dana awal, sudah harus pasang niat akan pergi haji. Yang bersangkutan tak lagi memikirkan bunga bank. Jika niat untuk mendapatkan bunga bank, tentu perbuatan itu tak akan membuahkan pahala atau manfaat.
MLM Haji
Sementara itu Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah DR. H. Mohsen, MM, menyatakan, pihaknya merasa prihatin dengan beroperasinya perkumpulan multi level marketing (MLM) untuk penyelenggaraan ibadah haji. Di daerah ini ada tiga MLM: Armina Reka, MPM dan Gamal Pusaka.
Warga di daerah itu sudah diimbau agar tak menggunakan MLM untuk pergi haji.
Ketua MUI Sulawesi Tengah Sayyid Sagaf Al Jufri menilai berhaji dengan menggunakan dana talangan, MLM atau arisan, semestinya tidak dilakukan. Sebab, orang yang bersangkutan belum masuk pada wajib haji.
Mohsen sependapat bahwa pergi haji dengan cara seperti itu lebih baik dihindari. Sebaiknya menabung sendiri dan jika sudah waktunya dapat berhaji.
Ia mengaku sudah memperingatkan bukan hanya penyelenggara MLM tapi juga para penyelenggara haji khusus dan kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) agar mengindahkan aturan yang berlaku.
Terkait wacana setoran awal BPIH naik dari Rp25 menjadi Rp32,5 juta, ia mengatakan, sejauh ini belum mendapat petunjuk dari Kementerian Agama di Jakarta untuk melakukan sosialisasi perihal kenaikan tersebut. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo kembali kutip Al Quran surat Ra'd ayat 11, komitmen perbaiki bangsa
07 February 2026 14:55 WIB
Wawako Sawahlunto dorong penguatan pendidikan Al-Quran berbasis pemahaman nilai
30 January 2026 8:52 WIB
Yayasan Al-Azhar BSD salurkan bantuan bagi korban bencana di Padang Panjang
24 January 2026 11:26 WIB
Wali Kota Solok Resmikan Gedung Al Azhar International Islamic School Solok
07 January 2026 15:51 WIB
PT BSS Pasaman Barat serahkan bantuan biaya pemeliharaan ikan larangan-Masjid Al Huda Simpang Tiga Alin
24 December 2025 15:02 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018