Jakarta, (Antara) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengingatkan kepada 11 penjabat gubernur dan bupati daerah otonomi baru (DOB) untuk bijaksana dalam menggunakan anggaran pengelolaan daerah. "Prioritaskan pelayanan masyarakat, karena di beberapa DOB yang lalu begitu dilantik, yang dibeli adalah mobil baru yang mahal," kata Gamawan saat melantik kepala DOB di Gedung Kemendagri di Jakarta, Senin. Dana dari Pemerintah daerah induk untuk daerah pemekaran baru diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, sesuai dengan tujuan pembentukan DOB. Efisiensi anggaran untuk daerah pemekaran baru diperlukan agar pembangunan sarana dan prasarana setempat optimal sehingga menunjang kemudahan pelayanan masyarakat setempat. Mendagri juga meminta kepada para penjabat kepala daerah pemekaran baru untuk tidak memanfaatkan jabatannya sebagai upaya politik praktis. "Memang akan terbuka peluang jabatan eksekutif, struktural dan politik, tapi itu bukan tujuan akhir," tegasnya. Senin, Mendagri melantik 11 penjabat gubernur dan bupati dari 12 DOB yang telah disahkan Pemerintah dan DPR. Satu kabupaten pemekaran belum memiliki penjabat bupati karena proses penunjukannya belum selesai. Ke-11 penjabat kepala daerah tersebut adalah: 1. Irianto Lamrie sebagai Gubernur Kalimantan Utara 2. Tony Herbiansyah sebagai Bupati Kolaka Timur di Sulawesi Tenggara 3. Heri Amalindo sebagai Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Sumatera Selatan 4. Endjang Naffandy sebagai Bupati Pangandaran di Jawa Barat 5. Arman Sangaji sebagai Bupati Pulau Taliabu di Maluku Utara 6. MS. Ruslan sebagai Bupati Mahakam Ulu di Kalimantan Timur 7. Mohamad Hidayat sebagai Bupati Banggai Laut di Sulawesi Tengah 8. Kheriani sebagai Bupati Pesisir Barat di Lampung 9. Herman Nai Ulu Kepala sebagai Bupati Malaka di Nusa Tenggara Timur 10. Dominggus Mandacan sebagai Bupati Pegunungan Arfak di Papua Barat 11. Edi Budoyo sebagai Bupati Manokwari Selatan di Papua Barat. (*/sun)