Jakarta, (Antara) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, lima siswi SMA 2 Tolitoli Sulawesi Tengah yang menggunggah video menyerupai gerakan salat sambil menari perlu dibina. "Penyelesaiannya menurut saya jangan sampai menimbulkan masalah baru. Kalau dikeluarkan dari sekolah tidak menyelesaikan masalah yang pertama," kata Mensos di Jakarta, Senin. Mensos mengharapkan, para siswi tersebut harus tetap mengenyam pendidikan. Dan jika mengalami trauma, maka pekerja sosial harus mendampingi. Saat ini kelima siswa yang mengunggah video mereka di situs youtube itu telah dikeluarkan dari sekolah. Namun Mensos menegaskan, apapun itu yang dianggap melecehkan agama seperti melakukan gerakan salat sambil berjoget sudah menghina agama, dan jika berhubungan dengan permasalahan hukum harus diserahkan kepada yang berwajib. Kelima siswi SMA tersebut melakukan gerakan seperti layaknya orang salah diiringi musik milik kelompok Maroon 5 yang diakui hanya sebatas iseng. Namun buah dari keisengan tersebut polisi sudah menjerat kelima siswi tersebut dengan pasal penistaan agama. (*/jno)