Payakumbuh, (Antara) - Perkembangan koperasi guru-guru di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat cukup pesat dan masuk dalam kategori koperasi sehat, kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Industri Perdagangan setempat Indra Syofyan. Menurut Indra Syofyan di Payakumbuh, Minggu, salah satu koperasi tersebut adalah koperasi guru-guru Payakumbuh Utara (GPU), yang mampu memperoleh sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp876.778.136,36, selama tahun buku 2012. "Sementara kekayaan KPRI-GPU Payakumbuh tersebut, per 31 Desember tahun yang sama tercatat sebesar Rp47.163.473.697,85," tambahnya. Di tempat terpisah, Ketua Dekopinda Payakumbuh Maharnis Zul menambahkan, selain KPRI-GPU, dua KPRI guru-guru lainnya dari Kecamatan Payakumbuh Barat dan Kecamatan Payakumbuh Timur, juga tercatat sehat dan terbilang baik dengan kepmilikan modal usaha hingga miliaran rupiah. "Kita berharap ketiga koperasi guru-guru tersebut, mampu menjadi inspirasi bagi koperasi lainnya di kota ini," katanya. Sementara itu, Ketua KPRI-GPU Payakumbuh Choedri St. Maradjo, saat dihubungi di kantornya di Jalan Tan Malaka Payakumbuh, mengatakan, seluruh anggota KPRI-GPU dalam rapat anggota tahunan, 30 Maret 2013, telah menerima laporan pertanggungjawaban keuangan koperasi. Sisa hasil usaha 2012 sebesar Rp876.778.136,36, dinilai anggota sebuah prestasi yang pantas dibanggakan. Dibanding SHU 2011 yang hanya berjumlah Rp757.424.634,37, terjadi kenaikan SHU, Rp119.353.501,99 (18%). Menurut dia, KPRI-GPU saat ini punya 2.460 anggota yang tersebar pada 167 unit pada berbagai sekolah dan sejumlah SKPD di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam operasionalnya, koperasi ini benar-benar mementingkan kesejahteraan anggotanya. Ditandai dengan pengeluaran dari sektor ini, sepanjang 2012 mencatat Rp2.114.640.312. Rincian pengeluaran dana kesejahteraan itu, berupa pemberian THR Rp666.873.100, beasiswa Rp22.900.000, dana suka duka Rp81.088.000, pembagian SHU dan pengembalian tabungan anggota Rp1.174.703.000, transportasi ketua-ketua unit Rp91.442.000, insentif kepala sekolah/kantor Rp31.227.300, insentif bendahara Rp25.552.300 dan insentif ketua unit Rp20.854.612. Choedri menambahkan, KPRI-GPU memberikan tiga metode pinjaman, dengan bunga 0,97/bulan. Yaitu pinjaman jangka panjang biasa (reguler) dengan besarannya tiga kali simpanan. Kemudian jangka panjang khusus, dengan melampirkan SK dan taspen, di atas Rp20 juta, serta pinjaman jangka panjang lebih dari 3 kali simpanan, di atas Rp100 juta, dengan borg sertifikat tanah dan BPKB. Selain unit simpan pinjam, KPRI-GPU juga punya usaha unit waserda, pelayanan jasa PLN, PDAM dan fotokopi. (**/mko/jno)