Athena, (Antara/AFP) - Badan pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa pada Rabu mendesak Yunani untuk menjadi tuan rumah pengungsi Suriah, dan mengatakan pihaknya perlu menarik banyak meskipun kesulitan keuangan, untuk menghindari krisis kemanusiaan. Yunani - pintu masuk utama ke Uni Eropa - telah dikritik oleh beberapa kelompok hak asasi karena kurangnya tanggap terhadap krisis kemanusiaan yang telah menciptakan sekitar 1,35 juta pengungsi dan empat juta orang terlantar sejak konflik meletus lebih dari dua tahun yang lalu. Hanya sebagian kecil pengungsi telah melarikan diri ke Yunani, dengan sebagian besar mereka pergi ke Jordania dan Lebanon. Namun Yunani harus siap untuk lebih banyak kedatangan, kata Komisaris Tinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR) memperingatkan. "Situasi ini memburuk, tetapi kami tidak menganggap bahwa kita berada dalam krisis dengan masuknya pengungsi Suriah di sini di Yunani. Tetapi kita harus mempersiapkan untuk menghadapi situasi krisis," kata Giorgos Tsabropoulos, kepala kantor UNHCR Athena. Panos Moumtzis, koordinator regional UNHCR yang berbasis di ibu kota Jordania, Amman, memperingatkan bahwa resiko situasi kemanusiaan menjadi "ledakan". Lembaga harus merevisi jumlah pengungsi Suriah ketika mereka bertemu di Jenewa pada akhir bulan depan, katanya. "Kami perkirakan kemungkinan terjadi kenaikan tiga kali lipat dari angka saat ini," katanya, mencatat bahwa perkiraan Desember telah mencapai 1,1 juta orang. "Pada saat itu, kami dituduh terlalu pesimis, tetapi pada akhir Maret, kita sudah mencatat 1,35 juta," katanya. Moumtzis akan bertemu pekan ini dengan otoritas Yunani untuk membahas bagaimana kesepakatan yang lebih baik dengan datangnya pengungsi. UNHCR mengatakan menyesalkan tidak adanya "sistem yang adil yang melindungi orang-orang ini" di Yunani, di mana beberapa permintaan suaka oleh orang-orang Suriah disetujui. Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan bahwa dari 152 pengajuan suaka oleh orang-orang Suriah pada tahun 2012 diputuskan di tingkat pertama, Yunani menolak 150. Emmanuil Katriadakis, seorang pejabat pemerintah Yunani, mengatakan bahwa mulai sekarang pengungsi Suriah akan diberi izin tinggal sementara enam bulan. Pada Oktober, Yunani mengatakan siap menjadi tuan rumah 20.000 pengungsi Suriah di pulau Rhodes dan Kreta. (*/sun)