Capriles Desak Pembicaraan dengan Pemerintah Venezuela
Rabu, 17 April 2013 8:48 WIB
Caracas, (Antara/AFP) - Kandidat pemilihan presiden Venezuela yang kalah tipis Henrique Capriles pada Selasa mendesak pemerintah untuk membuka dialog setelah hasil pemilihan disengketakan dan negara terperosok ke dalam aksi-aksi protes mematikan.
"Kami siap untuk membuka dialog dengan pemerintah agar krisis ini dapat berakhir pada beberapa jam mendatang," kata Capriles, yang menujukan pernyataannya kepada pejabat Presiden Nicolas Maduro, setelah demonstrasi-demonstrasi atas sengketa pemilu menewaskan sedikitnya tujuh orang dan belasan lainnya terluka.
"Sampai sekarang, saya belum mendengar dari Maduro adanya solusi untuk menyelesaikan masalah negara ini ... ide untuk keluar dari krisis ini," kata Capriles dalam satu konferensi pers dengan media domestik dan internasional.
Dalam pemilu untuk menggantikan pemimpin sayap kiri Presiden Hugo Chavez, yang meninggal bulan lalu, Maduro ahli waris politiknya pada pemilihan Minggu mengalahkan Capriles dengan perolehan suara ketat dengan hanya selisih 1,7 persen.
Capriles menuntut dilakukan penghitungan ulang secara penuh, tetapi Dewan Pemilihan Nasional (NEB) telah menyatakan Maduro sebagai pemenang.
Pada Selasa, Maduro mengatakan dia melarang pawai-pawai yang rencananya dipimpin Capriles pada Rabu ke markas NEB. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Zigo Rolanda desak perbaikan, Dermaga Muaro Padang masuk proses tender Rp10 Miliar
25 August 2025 14:26 WIB
Pemkab Padang Pariaman desak PDAM bertransformasi tingkatkan pelayanan dan PAD
21 June 2025 15:05 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018