Lion Serahkan Penyelidikan ke KNKT dan Kemenhub
Sabtu, 13 April 2013 22:31 WIB
Jakarta, (Antara) - Pihak Lion Air menyerahkan penyelidikan lebih lanjut kecelakaan pesawat yang terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Penyelidikan lebih lanjut mengenai kecelakaan ini akan kami serahkan sepenuhnya kepada KNKT dan Kemenhub. Jadi, sampai sekarang kami belum mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab kecelakaan itu," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Lion Air Jakarta Pusat, Sabtu.
Menurut Edward, penyelidikan yang dilakukan oleh KNKT dan Kemenhub tersebut akan difokuskan pada kotak hitam atau "black box" yang ada di dalam pesawat tersebut.
"Penyelidikan tersebut akan fokus pada 'black box' sehingga kronologi dan penyebab pasti kecelakaan ini bisa diketahui. Kami tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk investigasi ini, namun kami yakin 'black box' itu pasti masih ada dan bisa ditemukan," ujar Edward.
Untuk sementara waktu, sambung Edward, bangkai pesawat naas tersebut akan didiamkan di lokasi kecelakaan dan tidak akan dipindahkan sampai ada izin dari pihak yang melakukan investigasi.
"KNKT dan Kemenhub merupakan pihak yang berwenang dalam melakukan investigasi. Jadi, pesawat ini kami diamkan dulu di situ untuk sementara. Kalau penyelidikannya sudah selesai, baru akan kami angkat," tutur Edward.
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-904 mengalami kecelakaan ketika akan mendarat di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 15.00 WITA. Pesawat itu berangkat dari Bandung sekitar pukul 12.30 WIB.
Pesawat Boeing 737-800 NG tersebut mengangkut 101 penumpang, dengan rincian 95 penumpang dewasa, lima anak-anak dan satu bayi. Selain itu, ada pula tujuh awak pesawat, yaitu satu kapten pilot, satu co-pilot dan lima pramugari.
Seluruh penumpang beserta awak pesawat selamat dalam kecelakaan tersebut. Pihak Lion Air menyatakan akan bertanggung jawab atas seluruh kerugian yang dialami oleh penumpang dalam insiden Sabtu sore itu. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Fadly Amran serahkan kunci 11 unit Hunsela bagi warga terdampak bencana di Kapalo Koto
26 January 2026 14:57 WIB
Kemensos serahkan santunan Rp2,92 miliar ke korban bencana hidrometeorologi di Agam
15 January 2026 12:44 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018