Menperin Pelajari Pemboikotan Produk Kertas RI
Senin, 29 Oktober 2012 14:13 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pihaknya tengah mempelajari kasus pemboikotan produk kertas asal Indonesia oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Walt Disney.
"Pemerintah sedang berunding dengan pihak Disney mengenai tuduhan produk kertas dari Indonesia tidak ramah lingkungan," ujar Hidayat di Jakarta, Senin.
Hidayat menambahkan, pemerintah meminta asosiasi kertas untuk bertindak sesuai dengan peraturan agar terhindar dari kesalahan yang lebih fatal.
"Diharapkan asosiasi kertas mengikuti prosedur yang berlaku dan pemerintah akan membantu penyelesaian masalah yang mengganggu industri dalam negeri," tandasnya.
Adapun pemboikotan oleh pihak Disney terhadap produk kertas asal Indonesia yang diduga tidak ramah lingkungan merugikan produsen di dalam negeri dan menurunkan kinerja ekspor.
"Dampak pemboikotan produk kertas yang dilakukan Walt Disney memang tidak besar. Namun, pandangan konsumen di luar negeri terhadap kertas dari Indonesia akan semakin buruk," kata Managing Direktor Corporate Affairs dan Communication Asia Pulp and Paper (APP) selaku anak usaha PT Sinar Mas Tbk, Hendra Gunawan, seusai bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Menurut Hendra, Walt Disney tidak banyak mengonsumsi kertas dari Indonesia. "Selama ini, Walt Disney tidak banyak mengimpor produk kertas dari Indonesia," imbuhnya.
Namun ia menegaskan bahwa tuduhan bahwa produk kertas dari Indonesia tidak ramah lingkungan itu membuat harga kertas dari Indonesia semakin tertekan dan mengurangi kinerja ekspor. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota dorong ASN Sawahlunto pelajari karakteristik program Presiden dan Kementerian
25 October 2025 13:19 WIB
Kemenbud pelajari Tabuik Pariaman untuk diusulkan warisan tak benda ke UNESCO
06 July 2025 20:38 WIB
Pemkot Pekanbaru pelajari Sistem Tata Kelola Pemerintahan Bukittinggi
11 February 2025 14:17 WIB, 2025
KPPU Wilayah I pelajari pengadaan bahan baku program tiga juta rumah
29 January 2025 15:29 WIB, 2025
Pemnag Jambak Pasaman Pelajari Usaha Penyediaan Air kepada Bumnag Lumpo Pesisir Selatan
04 January 2025 7:33 WIB, 2025