LTMPT sebut siswa yang belum simpan data permanen tak bisa daftar SNMPTN 2020
Selasa, 7 Januari 2020 13:37 WIB
Arsip Foto. Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru Undip memverifikasi dokumen calon mahasiswa pendaftar SNMPTN di Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA/UPT Humas Undip Semarang)
Jakarta, (ANTARA) - Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohamad Nasih mengatakan bahwa siswa yang belum mengubah status simpan data registrasi menjadi simpan permanen tidak bisa mendaftar untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020.
Saat dihubungi dari Jakarta, Selasa, ia mengatakan bahwa setelah mengisi data-data untuk registrasi siswa mesti menyimpan data tersebut secara permanen supaya bisa mendaftar mengikuti SNMPTN. Perubahan status simpan data terakhir bisa dilakukan pada Selasa.
"Untuk itu kami imbau siswa dan sekolah mengubah (status datanya menjadi) status permanen," kata Nasih.
Sekolah, ia melanjutkan, juga harus memastikan data registrasi tersimpan permanen supaya siswa bisa mendaftar mengikuti SNMPTN.
Nasih mengingatkan siswa dan pengelola sekolah yang sudah melakukan registrasi untuk memastikan data yang dimasukkan sudah benar sebelum menyimpan data secara permanen karena data sudah tidak bisa diubah lagi setelah disimpan permanen.
"Sekolah, tidak perlu siswa untuk melakukan verifikasi dan simpan permanen data. Namun siswa dapat memantau apakah siswanya sudah registrasi akun atau belum," katanya.
Setelah selesai registrasi akun di LTMPT, selama rentang waktu 13 Januari sampai 6 Februari sekolah mesti melakukan pengisian data Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Pendaftaran SNMPTN dibuka 11-25 Februari. Pengumuman hasilnya akan disampaikan pada 4 April.
Sebagaimana tahun sebelumnya, SNMPTN 2020 mencakup 85 perguruan tinggi negeri. (*)
Saat dihubungi dari Jakarta, Selasa, ia mengatakan bahwa setelah mengisi data-data untuk registrasi siswa mesti menyimpan data tersebut secara permanen supaya bisa mendaftar mengikuti SNMPTN. Perubahan status simpan data terakhir bisa dilakukan pada Selasa.
"Untuk itu kami imbau siswa dan sekolah mengubah (status datanya menjadi) status permanen," kata Nasih.
Sekolah, ia melanjutkan, juga harus memastikan data registrasi tersimpan permanen supaya siswa bisa mendaftar mengikuti SNMPTN.
Nasih mengingatkan siswa dan pengelola sekolah yang sudah melakukan registrasi untuk memastikan data yang dimasukkan sudah benar sebelum menyimpan data secara permanen karena data sudah tidak bisa diubah lagi setelah disimpan permanen.
"Sekolah, tidak perlu siswa untuk melakukan verifikasi dan simpan permanen data. Namun siswa dapat memantau apakah siswanya sudah registrasi akun atau belum," katanya.
Setelah selesai registrasi akun di LTMPT, selama rentang waktu 13 Januari sampai 6 Februari sekolah mesti melakukan pengisian data Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Pendaftaran SNMPTN dibuka 11-25 Februari. Pengumuman hasilnya akan disampaikan pada 4 April.
Sebagaimana tahun sebelumnya, SNMPTN 2020 mencakup 85 perguruan tinggi negeri. (*)
Pewarta : Indriani
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ingat, pengumuman hasil SNMPTN 2021 sudah dapat diakses pukul 15.00 WIB sore ini
22 March 2021 8:44 WIB, 2021
Tinggal satu hari lagi, jumlah siswa lakukan finalisasi data SNMPTN bertambah 81.749
23 February 2021 10:58 WIB, 2021
Wakil Rektor UNP: 20 persen calon mahasiswa gagal SNMPTN saat entri nilai
18 February 2021 17:06 WIB, 2021
Unand terima 1.910 mahasiswa melalui jalur SNMPTN 2020, daftar ulang secara daring
09 April 2020 11:06 WIB, 2020
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Unbrah gelar Promosi Bersanding dengan kampus ternama nasional dalam Edufair Bengkulu 2026
08 January 2026 6:23 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB