Obama Setujui Kirim Bantuan Militer AS ke Somalia
Selasa, 9 April 2013 7:28 WIB
Barack Obama
Washington, (Antara/Reuters) - Presiden Barack Obama
Senin memutuskan bahwa Somalia dapat menerima bantuan militer Amerika Serikat, satu langkah yang dipandang sebagai tanda peningkatan hubungan dengan negara yang bergulat dengan gerilyawan yang terkait Al Qaida itu.
Obama mengeluarkan memo kepada Menteri Luar Negeri John Kerry yang mengatakan bahwa Somalia memenuhi syarat untuk "pasal-pasal pertahanan dan layanan pertahanan" berdasarkan undang-undang ekspor senjata dan bantuan hukum mancanegara AS.
Keamanan di ibu kota Somalia, Mogadishu telah membaik sejak kelompok Al Shabaab meninggalkan kota itu sesudah serangan militer pada Agustus 2011. Namun, pemboman dan pembunuhan masih sering terjadi.
Seorang pejabat senior pemerintahan Obama mengatakan, otorisasi bantuan mencerminkan langkah Amerika Serikat lebih ke arah hubungan normal dengan Somalia.
"Hal ini tidak didasarkan pada penilaian ancaman baru tertentu atau rencana khusus untuk melakukan tindakan," kata pejabat itu.
Perintah Obama merupakan langkah awal yang memungkinkan Kerry untuk mempertimbangkan pemberian bantuan pertahanan ke Somalia.
"Ini tidak merupakan keputusan untuk memberikan bantuan tertentu
atau untuk mengubah sifat atau bantuan kami kepada Sektor keamanan Somalia, "kata Caitlin Hayden, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.
Dewan Keamanan PBB bulan lalu mencabut sebagian embargo senjata terhadap Somalia untuk memperkuat pasukan pemerintah memerangi gerilyawan al-Shabaab, yang telah dikaitkan dengan Al Qaida.
Presiden Somalia Sheikh Hassan Mohamud mengatakan pada 28 Maret bahwa pemerintahnya mengharapkan untuk menerima pengiriman pertama senjata ringan dalam waktu dua bulan. Senjata berat masih dilarang berdasarkan sisa embargo senjata PBB terhadap Somalia.
Amerika Serikat secara resmi mengakui pemerintah Mohamud pada 17 Januari, pertama kalinya Washington mengakui pemerintah Somalia
sejak tahun 1991.
Pertempuran antara pasukan AS dan milisi Somalia pada tahun 1993 terbukti bencana bagi rakyat Amerika, karena mengakibatkan 18 orang tewas. Pertempuran itu dicatat dalam buku dan film "Black Hawk Down." (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo setujui pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satgas PHK
28 August 2025 20:21 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018