Rektor: Bumikan Pandangan Bung Hatta di UBH
Minggu, 7 April 2013 20:13 WIB
Padang, (Antara) - Rektor Universitas Bung Hatta (UBH), Prof Dr Niki Lukviarman, SE Akt MBA mengatakan, tekad menjadikan UBH menuju perguruan tinggi berkelas dunia antara lain dengan "membumikan" pandangan "Kebunghattaan" yang berisi nilai dan jiwa Bung Hatta, tokoh Proklamator RI dalam kampus tersebut.
Untuk itu harus ditumbuhkan rasa bangga menjadi mahasiswa Bung Hatta, dosen Bung Hatta dan karyaman Bung Hatta," katanya di Padang, Minggu (7/4).
"Sebagai rektor baru (dilantik Rabu 3/4, red) UBH, maka tugas pertama saya adalah menumbuhkan kebanggaan dan membumikan mazhab Kebunghattaan di kampus ini, tambahnya.
Menurut dia, nilai-nilai mazhab dalam Kebunghattaan adalah jiwa yang menjunjung kejujuran, disiplin dan amanah sebagaimana yang telah dilakukan tokoh kharismatik Proklamator RI, Bung Hatta.
Nilai-nilai itu yang harus dibumikan di seluruh kegiatan civitas akademika dan pihak-pihak dalam kehidupan di UBH, tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, UBH harus memiliki posisi khusus terutama karena kampus ini membawa nama besar Bung Hatta, maka harus memiliki spesifikasi di bidang ekonomi atau koperasi seperti ajaran tokoh Proklamator tersebut.
Sementara itu, tekad menjadikan UBH sebagai universitas berkelas dunia disampaikan Prof Lukviarman saat dilatik menjadi Rektor UBH yang baru periode 2013-2018, Rabu (3/4).
Menurut dia, menjadikan universitas berkelas dunia memang membutuhkan waktu dan proses yang sangat panjang, namun harus dimulai dengan meletakan landasannya yang kuat.
"Saya yang meletakkan landasan tersebut untuk menjadikan UBH sebagai universitas standar internasional," katanya.
Landasan itu, diterapkan antara lain pelaksanaan UBH dengan sistim pendidikan berkualitas dan mampu bersaing di era terkini, tambahnya.
Prof Niki Lukviarman adalah rektor ke-9 UBH. Niki kelahiran Padang Panjang, 6 September 1963, sehari-hari juga Guru Besar ilmu Corporate Governance Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand) Padang.
Selain tetap aktif sebagai dosen dan gru besar Unand, Prof Niki juga berpengalaman mengajar di MBA program Curtin University of Technology (2002) dan program Doktor Ilmu Ekonomi (S-3) Universitas Islam Indonesia/UII Yogyakarta (2005-sekarang).
Lalu, staf pengajar pada program Doktor Ilmu Ekonomi (S-3) Universitas Sebelas Maret/UNS Solo (2008-sekarang), Program Pasca Sarjana (S-2 dan S-3) Unand Padang (2008-sekarang), Program Pasca Sarjana (S-2) Universitas Islam Sumatera Utara/UISU Medan (2010-sekarang).
Selain itu, staf pengajar pada Departemen Administrasi Niaga-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia/UI Jakarta, program S-1 (kelas internasional dan reguler) dan Magister Manajemen Unand Padang.
Prof Niki juga menjadi penguji Disertasi Doktoral (Doctoral Thesis Examiner) pada Australian National University (ANU) dan Curtin University of Technology, Australia (2008-sekarang) dan Universitas Brawijaya, Malang.
Lalu, memberikan berbagai konsultasi, pelatihan, training, seminar dalam bidang Corporate Governance, Corporate Social Responsibility dan Performance Management pada berbagai instansi.
Ia juga sebagai konsultasi pada Program Kepemimpinan Bank Indonesia (SESPIBI, G-VI, G V) dan beberapa BUMN serta perusahaan swasta lainnya di Indonesia.
Pengalaman penelitian yang dilakukan bersama berbagai lembaga penelitian nasional, regional maupun internasional serta telah mempublikasikan berbagai tulisan akademik pada berbagai jurnal terakreditasi nasional dan refereed international journals.
Kemudian, menjadi editoral board member untuk berbagai jurnal terakreditasi nasional dan examiner, conference chairman dan scientific committeepada berbagai konferensi dan simposium tingkat nasional serta internasional.
Prof Niki juga berpartisipasi sebagai adviser pada Governance Initiative Task force Bank Indonesia dalam penyusunan blue print corporate governance Bank Indonesia, implementasi/sosialisasi dan assessment.
Lalu bepartisipasi dalam bidang corporate dan public sector governance pada berbagai lembaga bisnis (BUMN, perbankan, private companies) dan sektor publik mencakup kegiatan design, implementasi dan assessment governance, tambah Indrawadi. (*/H14/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018