Logo Header Antaranews Sumbar

Menag: Bumikan Al Quran

Senin, 15 Oktober 2012 13:52 WIB
Image Print
Suryadharma Ali

Jakarta, (ANTARA) - Menteri Agama Suryadharma Ali meminta para santri Pondok Pesantren United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) dapat mematuhi seluruh program dari pesantren, karena tanggung jawab santri adalah menimba ilmu dan belajar sungguh-sunggu sekaligus untuk membumikan Al Quran. Pondok pesantren UICCI berbeda dengan pondok pada umumnya. Perbedaan paling menonjol adalah seluruh fasilitas ada, mulai ruang belajar ber-AC, pemondokan dan sarana pendukung lainnya dengan tenaga pengajar profesional, kata Menteri Agama saat meninjau pondok tersebut yang berlokasi di kawasan Rawamangun, Jakarta, Timur, Senin (15/10). Hadir pada kesempatan tersebut Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Nur Syam, dan Direktur Pondok Pesantren Ace Saefuddin. "Kalian adalah santri beruntung. Di pondok lain tak ditemukan hal seperti itu," kata Suryadharma Ali. Pondok pesantren lain, lanjut dia, masih banyak yang tak memiliki fasilitas seperti di UICCI. Karena itu, para santri harus belajar penuh semangat sesuai dengan bimbingan para guru. UICCI berdiri pada pada 2007 atas dukungan para pemerhati pendidikan dari Turki. Pada awalnya hanya memiliki empat orang santri, kemudian pada 2008 sebanyak 19 santri dan 2009 sebanyak 49 santri. Angkatan pertama hingga tiga sudah belajar di Turki. Pada 2010 santrinya hanya 10 orang dan pada 2011 sebanyak 18 orang. Angkatan ini sudah mulai hafal Al Quran. Sementara angkatan satu hingga tiga kini juga hafal Al Quran. Khusus pada 2012 ini ada 140 santri yang belajar di UICCI. Penekanan belajar di sini adalah hafal Al Quran dengan sistem dan metode tersendiri. "Kalian adalah para penghafal Al Quran, dan itu merupakan modal hidup yang sangat luar biasa," tegas Suryadharma Ali. UICCI yang dipimpin Hakan Soydemir SE, berkebangsaan Turki, diharapkan para santrinya bisa menggali kandungan Al Quran. Belajar Al Quran selain membuat hati tenang, merasa teduh, juga bisa melihat contoh-contoh kehidupan bumi, langit dan seisinya. Bagi orang tua yang sudah belajar dengan kehidupan "asam garam" dan kemudian belajar kandungan Al Quran tentu akan bisa memahami makna hidup kekinian. Allah menciptakan alam dan segala isinya pasti tak akan sia-sia. Karena itu ia mengingatkan para santri bahwa belajar dan menjadi penghafal Al Quran merupakan suatu tugas besar. Untuk itu menteri pun mendoakan agar para santri kelak menjadi pemimpin dan tokoh masyarakat di tanah air, sekaligus membumikan Al Quran. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026