AS Gelar Kapal Perusak di Lepas Pantai Korsel
Selasa, 2 April 2013 13:16 WIB
Seoul, (Antara/AFP) - Amerika Serikat menggelar satu kapal perusak di lepas pantai Korea Selatan untuk menangkal kemungkinan serangan peluru kendali, terbaru dalam serangkaian pengerahan kekuatan militer untuk menghadapi ancaman-ancaman Korea Utara.
Kapal perusak USS Fitzgerald dikirim ke pantai barat daya Korsel setelah mengikuti pelatihan militer tahunan, tidak pulang ke pangkalannya di Jepang, kata seorang pejabat pertahanan AS yang tidak bersedia namanya disebutkan kepada AFP, Senin.
Penggelaran itu dilakukan beberapa jam setelah satu sidang parlemen Korut yang menyetujui satu undang-undang yang meresmikan status negara itu sebagai satu negara yang memiliki senjata nuklir.
Semenanjung Korea dllanda ketegangan yang meningkat sejak Korut meluncurkan satu roket jarak jauh Desember disusul oleh satu uji coba nuklir Februari.
Sanksi-sanksi PBB dan pelatihan militer tahunan Korea Selatan-Amerika Serikat digunakan oleh Pyongyang sebagai alasan untuk membenarkan ancaman-ancaman keras yang meningkat terhadap Washington dan Seoul, termasuk peringatan-peringatan serangan-serangan militer dan perang nuklir.
Dalam hubungan ini penggelaran kapal perusak USS Fitzgerald adalah "satu tindakan yang bijaksana," kata pejabat pertahanan AS itu, dan menambahkan hal itu akan memberikan opsi-opsi pertahanan rudal yang lebih besar seandainya diperlukan".
Senin siang, militer AS mengumumkan pihaknya mengerahkan pesawat-pesawat tempur siluman Raptor F-22 ke Korsel sebagai bagian dari pelatihan militer gabungan tahunan "Foal Eagle".
Juru bicara Pentagon George Little mengatakan pesawat-pesawat F-22 adalah satu "penggelaran penting" dari komitmen AS pada aliansi militernya dengan Korsel.
Korut harus memilih. Mereka dapat terus melakukan provokasi-provokasi,tindakannya yang suka berperang, meningkatkan ketegangan, retorika yang tidak bertanggung jawab atau mereka dapat memilih jalan perdamaian," kata Little kepada wartawan.
Korut telah mengancam akan menyerang daratan AS dan pangkalan-pangkalan militer AS di Pasifik untuk menanggapi pengerahan pembom-pembom tempur B-52 dan B-2 yang berkemampuan nuklir dalam pelatihan militer "Foal Eagle" itu.
Tetapi perundingan belum menyentuh tindakan di lapangan, kata pihak intelijen AS.
"Kendatipun retorika keras kami dengar dari Pyongyang, kami melihat tidak ada perubahan dalam situasi militer Korut, seperti mobiliasi berskala luas dan penempatan pasukan," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney.
Sementara itu, presiden baru Korsel, Park Geun-Hye, mengemukakan kepada para pejabat senior militer bahwa setiap provokasi dari Korut harus ditanggapi dengan satu tanggapan militer "yang kuat dan segera, tidak masalah apapun risiko politiknya.
Sikap tegas AS dan Korsel menunjukkan kedua negara itu sedang bekerja sama erat, dan Menlu Korsel Yun Byung-Se berada di Washington untuk berunding dengan Menlu AS John Kerry, Selasa.
"Ancaman militer yang terus dilakukan Korut" akan menjadi agenda penting Yun, kata kementerian luar negeri Korsel dalam satu pernyataan.
Ketegangan yang meningkat di semenanjung Korea telah memicu kekhawatiran luas internasional bagi terjadinya satu konflik yang meningkat segera. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertahan Pasaman gelar persiapan pembaruan peta zona nilai tanah 2026
10 February 2026 19:22 WIB
DPD IKA Unand Jabodetabek gelar bazar amal dan pentas seni, kumpulkan donasi Rp100 juta
09 February 2026 11:03 WIB
Catat Rekor MURI, SIG Gelar Pelatihan dan Sertifikasi 500 Ahli Bangunan di Lima Provinsi
06 February 2026 15:06 WIB
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar pemberian informasi langsung ke masyarakat perkuat pemahaman Program JKN
05 February 2026 11:45 WIB
PT Semen Padang Gelar Akademi Jago Bangunan di Bengkulu, Perkuat Kompetensi Tukang
04 February 2026 11:18 WIB
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Gelar MoT, Pj Sekda Padang pastikan Pesantren Ramadhan digelar 23 Februari-15 Maret 2026
03 February 2026 12:20 WIB
PT Semen Padang gelar aksi Germas 2026, dorong lingkungan bersih dan sehat di Sikayan Mansek, Batu Gadang
03 February 2026 9:52 WIB
Mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar gelar aksi simbolik protes jalan provinsi berlubang
30 January 2026 17:07 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018