
Komunitas Seni Nan Tumpah gelar Ke Rumah Nan Tumpah #10

Padang (ANTARA) - Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar Ke Rumah Nan Tumpah (KRNT) #10, di Ruang Temu Nan Tumpah, Korong Kasai, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
"Kegiatan ini diadakan tanggal 7 hingga 14 Februari 2026. KRNT merupakan program rutin Komunitas Seni Nan Tumpah sejak tahun 2017, diharapkan dapat membuka ruang dialogis antara masyarakat di Korong Kasai, Padang Pariaman lewat medium seni," kata Kurator Pameran, Mahatma Muhammad, di Padang, Kamis.
Ia menyebutkan KNRT kali ini akan diisi dengan sebuah pameran bertajuk Rukun Paksa/Berakit-rakit ke Hulu, Tinggal di Genangan.
Pameran ini merupakan presentasi tunggal pertama kolektif Silotigo. Mereka adalah Imam Teguh Sy, Olimsyaf Putra Asmara, dan Boy Nistil.
Ketiganya bertemu secara kerja artistik pada program Kaba Rupa Galanggang Arang, kemudian kolaborasi berlanjut hingga hari ini. Pada rentang itu, ketiga seniman asal Sumatera Barat ini giat membangun kerja kolaborasi.
“Tema ini merespon kondisi ekologis di Sumatera Barat. Di mana air yang menggenangi kawasan tak hanya dimaknai sebagai sesuatu yang menghanyutkan material. Banjir juga mengingat sekaligus mencatat dampak alih fungsi lahan, penggundulan hutan, pengerukan, dan tata ruang yang tidak mempertimbangkan kondisi ekologis,” lanjutnya.
Selama tujuh hari pelaksanaan pameran, ketiga perupa Silotigo juga akan melakukan live painting, di atas kanvas berukuran besar yang dipasang di halaman Ruang Temu Nan Tumpah. Selain itu, Silotigo diminta untuk membuat sampul visual lagu Kelana.
Rangkaian Ke Rumah Nan Tumpah #10 juga menghadirkan Zona (Ny)Aman Seni, yakni presentasi hasil belajar semester kedua Kelana Akhir Pekan, yang berlangsung pada Oktober 2025 hingga Februari 2026.
Sebanyak 56 anak dari sekitar sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah terlibat dalam gelar karya ini.
Mereka selama satu semester telah mengikuti berbagai kelas, mulai dari silek, seni rupa, musik, tari, teater, hingga menulis kreatif. Nantinya akan ada pertunjukan siswa Kelana Akhir Pekan, pameran karya siswa Kelana, dan peluncuran buku fiksi siswa Kelana.
Selain pameran dari Silotigo dan Gelar Karya Kelana, juga ada penampil lain yang hadir pada gelaran ini. Diantaranya Bandar Kertas Buram; Sanggar Museum Parang Sintuak; Komunitas Kiraiku Nan Jombang; Obe jo Gogo; Komunitas Laguna Nusantara. Ada juga tur dan diskusi pameran Silotigo, pelatihan kriya berbahan limbah, peluncuran lagu Kelana serta pemutaran film.
Adapun rangkaian kegiatannya; 7 Februari 2026: pembukaan Ke Rumah Nan Tumpah #10, pertunjukan Sanggar Museum Parang Sintuak, pertunjukan Bandar Kertas Buram, serta pembukaan tur pameran Silotigo.
8 hingga 12 Februari 2026, live painting Silotigo, tur pameran, pelatihan kriya berbahan limbah, dan pemutaran film.
13 Februari 2026, live painting Silotigo, pembukaan gelar karya Kelana Akhir Pekan, pertunjukan kelas musik, kelas tari anak, dan kelas silek.
14 Februari 2026, live painting Silotigo, pertunjukan Obe jo Gogo, pertunjukan kelas tari remaja, pertunjukan Komunitas Kiraiku Nan Jombang, pertunjukan kelas tari anak, pertunjukan Komunitas Laguna Nusantara, pertunjukan kelas teater, serta penutupan Ke Rumah Nan Tumpah #10.
Pewarta : Rilis
Editor:
Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
