Payakumbuh terima penghargaan STBM Award
Senin, 7 Oktober 2019 16:56 WIB
Ilustrasi - Sejumlah warga terdampak bencana mengikuti sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (5/2/2019). (ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI)
Payakumbuh (ANTARA) - Kota Payakumbuh menjadi salah satu kota di Sumbar yang menerima penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia selain Kota Solok.
"Di Sumbar hanya dua yang menerima Payakumbuh dan Kota Solok dan totalnya 19 kabupaten/kota se Indonesia," kata Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi di Payakumbuh, Senin.
Riza Falepi langsung menerimanya pada Rabu lalu di Auditorium Siwabessy Prof. Sujudi Kemenkes RI.
Kota Payakumbuh bisa mendapatkan penghargaan tersebut karena Kota Payakumbuh merupakan satu dari 19 daerah di Indoensia yang sudah bebas dari masyarakat yang buang air besar sembarangan (bebas BABS).
Selain itu program River Front City atau Sungai sebagai etalase kota melalui program normalisasi dan reklamasi Batang Agam menjadi salah satu faktor pendukung utama kenapa pemerintah pusat memberi penghargaan tersebut.
"Artinya sungai tidak lagi dijadian jamban besar tempat masyarakat BAB, sebab sudah di sulap.menjadi kawasan cantik melalui reklamasi," ujarnya.
Tak hanya itu juga ada program WC Komunal dan rehab rumah tidak layak huni di Kota Payakumbuh yang merupakan pelaksana DAK terbaik program tersebut ditingkat nasional.
“Ini merupakan kerja kolektif banyak pihak, sebab mewujudkan lingkungan yang bersih itu tidak bisa kerja pemerintah kota semata," ujarnya.
STBM Award merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Rakornas STBM 2018 tentang kerjasama 5 (lima) kementerian dalam penuntasan akses sanitasi masyarakat.
Award ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang telah berhasil pada pilar 1 STBM serta mengupayakan keberlanjutannya.
Dengan adanya STBM Berkelanjutan Award, diharapkan akan menjadi pemicu bagi daerah lainnya untuk mencapai target STBM dan melahirkan banyak inovasi untuk percepatan Universal Akses 2019 maupun SDG’s 2030.
STBM Award sendiri bagi Kota Payakumbuh, selain hasil kerja keras bersama pemerintah juga tingginya kesadaran penuh masyarakat yakni warga yang sudah 100 persen tidak BAB sembarangan atau open defecation free (ODF).
Penghargaan STBM Berkelanjutan merupakan penghargaan berjenjang dengan 5 kategori, yakni, kategori STBM Eka Pratama (memenuhi 1 pilar STBM), STBM Dwi Pratama (memenuhi 2 pilar STBM), STBM Eka Madya (memenuhi 3 pilar STBM), STBM Dwi Madya (memenuhi 4 pilar STBM), dan STBM Utama (memenuhi 5 pilar STBM).
"Di Sumbar hanya dua yang menerima Payakumbuh dan Kota Solok dan totalnya 19 kabupaten/kota se Indonesia," kata Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi di Payakumbuh, Senin.
Riza Falepi langsung menerimanya pada Rabu lalu di Auditorium Siwabessy Prof. Sujudi Kemenkes RI.
Kota Payakumbuh bisa mendapatkan penghargaan tersebut karena Kota Payakumbuh merupakan satu dari 19 daerah di Indoensia yang sudah bebas dari masyarakat yang buang air besar sembarangan (bebas BABS).
Selain itu program River Front City atau Sungai sebagai etalase kota melalui program normalisasi dan reklamasi Batang Agam menjadi salah satu faktor pendukung utama kenapa pemerintah pusat memberi penghargaan tersebut.
"Artinya sungai tidak lagi dijadian jamban besar tempat masyarakat BAB, sebab sudah di sulap.menjadi kawasan cantik melalui reklamasi," ujarnya.
Tak hanya itu juga ada program WC Komunal dan rehab rumah tidak layak huni di Kota Payakumbuh yang merupakan pelaksana DAK terbaik program tersebut ditingkat nasional.
“Ini merupakan kerja kolektif banyak pihak, sebab mewujudkan lingkungan yang bersih itu tidak bisa kerja pemerintah kota semata," ujarnya.
STBM Award merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Rakornas STBM 2018 tentang kerjasama 5 (lima) kementerian dalam penuntasan akses sanitasi masyarakat.
Award ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang telah berhasil pada pilar 1 STBM serta mengupayakan keberlanjutannya.
Dengan adanya STBM Berkelanjutan Award, diharapkan akan menjadi pemicu bagi daerah lainnya untuk mencapai target STBM dan melahirkan banyak inovasi untuk percepatan Universal Akses 2019 maupun SDG’s 2030.
STBM Award sendiri bagi Kota Payakumbuh, selain hasil kerja keras bersama pemerintah juga tingginya kesadaran penuh masyarakat yakni warga yang sudah 100 persen tidak BAB sembarangan atau open defecation free (ODF).
Penghargaan STBM Berkelanjutan merupakan penghargaan berjenjang dengan 5 kategori, yakni, kategori STBM Eka Pratama (memenuhi 1 pilar STBM), STBM Dwi Pratama (memenuhi 2 pilar STBM), STBM Eka Madya (memenuhi 3 pilar STBM), STBM Dwi Madya (memenuhi 4 pilar STBM), dan STBM Utama (memenuhi 5 pilar STBM).
Pewarta : Syafri Ario
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting melalui Pembentukan Pos Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
09 September 2024 18:12 WIB, 2024
Wako Solok serahkan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ke Dinkes
14 October 2019 19:01 WIB, 2019
Purna tugas, Riza Falepi dan Erwin Yunaz dinilai sukses pimpin Kota Payakumbuh
24 September 2022 15:50 WIB, 2022
Akhir masa jabatan, Wako Payakumbuh Riza minta ASN terus bekerja maksimal
22 September 2022 13:00 WIB, 2022
Ratusan warga kurang mampu di Payakumbuh terima bantuan modal usaha dari Baznas
15 September 2022 11:19 WIB, 2022
Infrastruktur dasar publik meningkat signifikan di periode kedua Wako Payakumbuh Riza Falepi
12 September 2022 10:49 WIB, 2022
Wako Payakumbuh minta lurah jemput bola pastikan masyarakat ikut BPJS Kesehatan
07 September 2022 12:23 WIB, 2022
Hadiri satu dekade Kopmil Ijo, Wali Kota nilai generasi muda Payakumbuh bisa jadi pengusaha hebat
07 August 2022 13:08 WIB, 2022
Wako berharap Payakumbuh Basketball Grand Ivent 2022 bisa lahirkan atlet berprestasi
31 July 2022 13:42 WIB, 2022