Papua Terkini - Soal Benny Wenda, Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya serahkan ke Polri
Jumat, 6 September 2019 22:19 WIB
Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya di halaman Istana Negara, Jakarta pada Senin (2/9/2019). (Bayu Prasetyo)
Jakarta, (ANTARA) - Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya menyerahkan tokoh separatis Benny Wenda kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
"Untuk masalah Benny, nanti bisa ditanyakan dengan Polri," ujar pria yang juga menjabat Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua dalam acara solidaritas "Papua adalah Kita" di Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta, Jumat.
Baca juga: Papua Terkini - Kapolri dan Panglima TNI hadiri deklarasi jaga Papua damai di Jayapura
Lenis juga menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dan tindak hukum yang sesuai perundang-undangan terhadap Benny Wenda yang menyebarkan kabar bohong atau hoaks di luar negeri.
"Untuk masalah itu nanti pihak kepolisian saja yang mengatur," kata dia.
Benny Wenda ditetapkan sebagai salah satu pihak yang turut menjadi provokator yang menyebabkan kericuhan di Papua.
Baca juga: Papua Terkini - Pemerintah dan masyarakat Kota Sorong deklarasi damai bagian NKRI
Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan Wenda berada di balik aksi demo anarkis yang terjadi di dalam dan di luar Papua.
Kedua organisasi yang dipimpin Benny Wenda, yakni The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat. Keberadaan Aliansi Mahasiswa Papua juga digerakkan ULMWP dan KNPB.
Dalam aksinya, Benny menggalang dukungan dari dunia internasional, dan menyebarkan berita bohong ke negara luar.
Selain itu, Direktorat Jenderal Imigrasi membenarkan Benny Wenda sudah tidak berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI). (*)
"Untuk masalah Benny, nanti bisa ditanyakan dengan Polri," ujar pria yang juga menjabat Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua dalam acara solidaritas "Papua adalah Kita" di Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta, Jumat.
Baca juga: Papua Terkini - Kapolri dan Panglima TNI hadiri deklarasi jaga Papua damai di Jayapura
Lenis juga menyerahkan sepenuhnya penyelidikan dan tindak hukum yang sesuai perundang-undangan terhadap Benny Wenda yang menyebarkan kabar bohong atau hoaks di luar negeri.
"Untuk masalah itu nanti pihak kepolisian saja yang mengatur," kata dia.
Benny Wenda ditetapkan sebagai salah satu pihak yang turut menjadi provokator yang menyebabkan kericuhan di Papua.
Baca juga: Papua Terkini - Pemerintah dan masyarakat Kota Sorong deklarasi damai bagian NKRI
Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan Wenda berada di balik aksi demo anarkis yang terjadi di dalam dan di luar Papua.
Kedua organisasi yang dipimpin Benny Wenda, yakni The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat. Keberadaan Aliansi Mahasiswa Papua juga digerakkan ULMWP dan KNPB.
Dalam aksinya, Benny menggalang dukungan dari dunia internasional, dan menyebarkan berita bohong ke negara luar.
Selain itu, Direktorat Jenderal Imigrasi membenarkan Benny Wenda sudah tidak berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI). (*)
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menlu RI-Selandia Baru berkomunikasi terkait pembebasan pilot Susi Air yang disandera KKB Papua
11 March 2023 6:06 WIB, 2023
Pemerintah tempuh pendekatan persuasif bebaskan pilot Susi Air yang disandera KKB
14 February 2023 18:51 WIB, 2023
Aksi heroik pendeta Yason dan Titus selamatkan suku pendatang di Wamena Papua berbuah penghargaan
17 October 2019 6:47 WIB, 2019
Papua Terkini - Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya minta warga tidak terprovokasi kabar bohong
02 September 2019 12:32 WIB, 2019
Anggota KKSB Yusias Wandik tewas dalam kontak tembak, dia anak buah Egianus Kogoya
23 August 2019 15:16 WIB, 2019
Pemerintah akan beri perhatian lebih mahasiswa Papua di seluruh perguruan tinggi di Indonesia
20 August 2019 13:40 WIB, 2019