Jakarta, (Antara) - Massa MKRI yang sebelumnya berencana melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di Istana Negara dibatalkan, dan hanya bagi-bagi sembako kepada masyarakat miskin di depan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Senin. Kendati demikian, acara bakti sosial itu tetap mendapatkan pengawalan dari kepolisian yang berjaga-jaga di sepanjang jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Anggota presidium Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) R Nasution dalam orasinya, mengatakan aksinya kali ini tidak untuk menurunkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari pemerintahan, namun hanya memberikan 'warning' kepada pemerintah. "Kami hanya memberikan sembako kepada rakyat miskin," katanya. Anggota Presidium MKRI lainnya, Rasman Arif, mengatakan pihaknya memberikan 3.000 sembako bagi warga miskin di DKI Jakarta. Rasman menyatakan tujuan MKRI menggelar Demonstrasi dan bagi-bagi sembako yakni cerminan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar mendengar secara langsung bahwa rakyat butuh pemimpin. "Ini cerminan buat Presiden SBY agar memperhatikan rakyatnya, tidak hanya Partai Demokrat," tegas Rasman. MKRI menegaskan, pihaknya tidak melakukan aksi untuk menggulingkan pemerintahan Presiden SBY. "Kami hanya ingin memberikan peringatan kepada Presiden SBY. Belum aksi saja kok sudah dituduh kudeta", ujarnya. MKRI juga akan mengundang sejumlah tokoh masyarakat menjadi orator, seperti Effendi Choirie, Ratna Sarumpaet, Lily Wahid, Adhie Massardi dan Bambang Widodo Umar. Akibat aksi tersebut, Jalan Diponegoro menuju Salemba menjadi macet karena dipenuhi massa MKRI saat membagikan sembako kepada masyarakat. (*/jno)