Pemberontak Suriah Tolak Akui PM Baru Pembangkang
Minggu, 24 Maret 2013 21:55 WIB
Beirut, (Antara/AFP) - Pemberontak utama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) tidak mengakui Ghassan Hitto, perdana menteri pilihan pembangkang sesudah beberapa jam perbantahan sengit pada pekan lalu, kata pejabat pemberontak kepada AFP pada Minggu (24/3).
"Kami di Tentara Pembebasan Suriah tidak mengakui Ghassan Hitto sebagai perdana menteri, karena Persekutuan Bangsa (lawan utama) tidak mencapai kesepakatan pada pemungutan suara pada 18 Maret," kata koordinator politik dan media FSA Louay Muqdad.
"Saya berbicara atas nama Dewan Tentara dan Kepala Staf ketika saya mengatakan bahwa kami tidak dapat mengakui perdana menteri, yang dipaksakan pada Persekutusn Bangsa, bukan dipilih dalam permusyawaratan," kata Muqdad.
"Kami menyeru anggota Persekutuan membetulkan yang salah," tambahnya, tanpa menjelaskan.
Hitto menang pemilihan di Istanbul setelah 35 dari 49 anggota Persekutuan memilihnya sesudah sekitar 14 jam pembicaraan dalam pertemuan tertutup menyatukan lawan terkemuka, baik yang bermarkas di dalam maupun di luar Suriah.
Tapi, beberapa anggota kunci Persekutuan, termasuk juru bicara resmi Walid Buni, keluar dari pertemuan itu dan memboikot pemungutan suaranya.
Kemudian, setidaknya 12 anggota puncak Persekutuan mengumumkan menangguhkan keanggotaan mereka di badan lawan itu sebagai penentangan terhadap hasil pemilihan tersebut, yang mereka pandang tidak sah.
Beberapa pembangkang di Istanbul menyatakan Persaudaraan Muslim, kelompok lawan kuat bagian dari Persekutuan, memasang Hitto sebagai calon pilihannya dalam pemilihan itu.
"Dengan segala hormat kepada Hitto, FSA tidak mungkin mengakui perdana menteri, yang tidak mencapai kesepakatan dari semua unsur Persekutuan," kata Muqdad.
Tanggapannya muncul sehari setelah kepala staf FSA, Selim Idriss, di YouTube menyatakan Tentara Pembebasan Suriah, di semua kelompok dan masyarakat revolusionernya, mensyaratkan dukungan dan kerja sama dengan perdana menteri atas kesepakatan di antara lawan.
Sementara itu, ketua lawan Suriah Ahmed Moaz al-Khatib mundur dari Persekutuan Bangsa Suriah (SNC), yang diakui sejumlah negara dan lembaga antarbangsa sebagai wakil sah rakyat Suriah.
"Saya mengumumkan undur diri saya dari Persekutuan Bangsa Suriah, sehingga saya bisa bekerja dengan kebebasan, yang mungkin tak didapat di lembaga resmi," kata Khatib dalam pernyataan disiarkan pada Ahad di halaman Facebook-nya. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arab Saudi dan Qatar kecam keputusan Israel soal Dataran Tinggi Golan
16 December 2024 9:11 WIB, 2024
Ribuan warga Lebanon melarikan diri ke Suriah di tengah serbuan Israel
29 September 2024 5:52 WIB, 2024
Hokky Caraka akui stamina timnas U-20 sempat menurun saat melawan Suriah
06 March 2023 6:26 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018