Arief Poyuono: UAS baik hati dan lembut, tak bermaksud ciptakan perpecahan
Senin, 19 Agustus 2019 14:50 WIB
Ustaz Abdul Somad menyampaikan ceramah agama di Bandar Seri Begawan, Brunai Darussalam, Minggu (11/8/2019). (Antaranews/HO-Yossi)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra FX Arief Poyuono mengatakan Ustadz Abdul Somad (UAS) tidak bermaksud menciptakan perpecahan dengan ucapannya terkait salib yang sedang viral di media sosial.
"Saya percaya kok kalau UAS yang baik hati dan lembut, santun perangainya itu tidak bermaksud untuk menciptakan perpecahan umat beragama di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin.
Menurutnya, mungkin saja penjelasan UAS bertujuan membuat umatnya menjadi lebih beriman dan takwa agar tidak salah dalam kepercayaan yang diimani.
"Saya kira itu hanya pandangan UAS untuk menjawab pertanyaan umatnya tentang salib," ujarnya.
Baca juga: Dugaan penistaan agama oleh UAS, ini penjelasan Polda NTT
"Dan itu sah-sah saja, apalagi diucapkan di sebuah pengajian yang eksklusif sangat tertutup," tambah Arief.
Sebagai penganut Katolik, Arief mengaku biasa saja dengan ucapan UAS.
"Saya sendiri yang merupakan penganut dan pengikut Yesus Kristus biasa saja. Apa yang diucapkan UAS, menurut saya, agar makin menguatkan iman kepercayaan kita terhadap Yesus Kristus," katanya.
Arief pun menyatakan kepolisian tidak perlu menindaklanjuti laporan masyarakat yang melaporkan UAS yang dianggap menista agama Nasrani.
Baca juga: Soal polemik Abdul Somad, MUI minta agar kedepankan musyawarah
"Saya percaya kok kalau UAS yang baik hati dan lembut, santun perangainya itu tidak bermaksud untuk menciptakan perpecahan umat beragama di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Senin.
Menurutnya, mungkin saja penjelasan UAS bertujuan membuat umatnya menjadi lebih beriman dan takwa agar tidak salah dalam kepercayaan yang diimani.
"Saya kira itu hanya pandangan UAS untuk menjawab pertanyaan umatnya tentang salib," ujarnya.
Baca juga: Dugaan penistaan agama oleh UAS, ini penjelasan Polda NTT
"Dan itu sah-sah saja, apalagi diucapkan di sebuah pengajian yang eksklusif sangat tertutup," tambah Arief.
Sebagai penganut Katolik, Arief mengaku biasa saja dengan ucapan UAS.
"Saya sendiri yang merupakan penganut dan pengikut Yesus Kristus biasa saja. Apa yang diucapkan UAS, menurut saya, agar makin menguatkan iman kepercayaan kita terhadap Yesus Kristus," katanya.
Arief pun menyatakan kepolisian tidak perlu menindaklanjuti laporan masyarakat yang melaporkan UAS yang dianggap menista agama Nasrani.
Baca juga: Soal polemik Abdul Somad, MUI minta agar kedepankan musyawarah
Pewarta : Sigit Pinardi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi tetapkan ustadz ponpes di Lombok Barat tersangka pelecehan seksual
24 April 2025 13:36 WIB, 2025
Ustadz Kondang Zulkifli Muhammad Ali hadiri Tablig Akbar di Masjid Raya Istiqamah Alahan Panjang
05 November 2023 11:40 WIB, 2023
Ustadz magang aniaya santri, alat bukti lengkap tersangka masih dibawah umur
25 January 2023 16:29 WIB, 2023
Ustadz dari daerah transmigrasi Lunang Silaut terima penghargaan Mendes PDTT
03 December 2022 7:17 WIB, 2022
Ustadz Somad sampaikan taushiyah soal menjalin ukhuwah Islamiyah dan wawasan Kebangsaan di Unand
07 November 2022 10:13 WIB, 2022
Ribuan insan hadiri ceramah Ustadz Abdul Somad di Gedung Kubuang 13 Solok
05 November 2022 18:57 WIB, 2022
Ustadz Adi Hidayat apresiasi Wako Bukittinggi berikan modal tanpa bunga ke warga
16 October 2022 16:35 WIB, 2022
Ribuan orang hadiri safari dakwah Ustadz Adi Hidayat di Masjid Ummi Alahan Panjang
15 October 2022 18:54 WIB, 2022