PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden Rwanda Paul Kagame bertemu di Markas PBB, New York, mengenai cara memperkokoh keamanan dan kestabilan di Wilayah Danau Raya di Afrika, termasuk bagian utara Demokratik Kongo Kongo (DRC). "Mereka membahas situasi di bagian timur DRC dan wilayah itu setelah penandatanganan Kerangka Kerja Sama, Keamanan dan Perdamaian sebagai alat untuk menangani pangkal masalah ketidak-stabilan di Wilayah Danau Raya," kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky kepada wartawan di Markas PBB, New York. Ban dan Kagame "sepakat mengenai pentingnya kerja sama erat dengan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Mary Robinson, guna mendukung penandatangan dalam pelaksanaan kerangka kerja tersebut," kata Nesirky sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Mary Robinson, mantan presiden Irlandia, pada Senin (18/3) diangkat sebagai Utusan Khusus PBB untuk Wilayah Danau Raya saat masyarakat internasional berusaha keras untuk mengakhiri konflik di bagian timur DRC. DRC timur telah menyaksikan bentrokan bersenjata selama beberapa bulan belakangan setelah kelompok gerilyawan M23, yang baru dibentuk, melancarkan aksi perlawanan di North Kivu pada awal 2012. Anggota M23 merebut Goma, Ibu Kota Provinsi North Kivu, sebelum keluar di bawah tekanan regional untuk memfasilitasi pembicaraan perdamaian pada penghujung tahun lalu. Kerusuhan itu telah membuat lebih dari 475.000 orang kehilangan tempat tinggal dan memaksa lebih dari 75.000 orang lagi menyelamatkan diri ke negara tetangga, Rwanda dan Uganda. (*/jno)