Ratusan Pengemudi Truk Ekspedisi Datangi Kantor Bupati
Kamis, 25 Oktober 2012 17:38 WIB
Pulau Punjung, (ANTARA) - Ratusan pengemudi mobil ekspedisi dari Jakarta tujuan Sumatera Barat yang terjebak macet di jembatan Sei Betung, Nagari Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar mendatangi kantor Bupati setempat, Kamis.
Mereka menuntut agar diperbolehkan melewati jembatan yang sedang dalam perbaikan itu dengan alasan sudah berhari-hari terlantar dan pengantaran barang tidak sesuai jadwal. Akibatnya mereka mengalami kerugian.
Massa yang terdiri dari para sopir dan kenek itu memenuhi halaman kantor Bupati, dengan tertib duduk di pelataran parkir dan tidak lama menunggu mereka langsung diterima Sekda Kabupaten Dharmasraya Benny Mukhtar.
Juru bicara para sopir Andi(30) mengatakan, mereka tidak meminta banyak hanya ingin diperbolehkan melewati jembatan yang kini ditutup karena sedang dalam perbaikan.
"Kami sudah empat hari terjebak di sini dan tidak ada lagi uang untuk makan, pemilik barang dalam truk ekspedisi juga sudah mengeluh karena barang belum juga sampai,"katanya.
Dia juga mengatakan, tidak ada pengumuman sebelumnya yang mengatakan jika jembatan itu akan ditutup, jika tahu pasti tidak akan lewat ke kawasan tersebut.
"Jika kami kembali balik ke Jambi dan terus ke Rengat, lalu sampai ke Kiliran Jao, akan menambah panjang rute perjalanan sekitar 1.000 km, dengan apa BBM kami bayar, jangankan untuk beli BBM untuk makan saja kami terpaksa hutang dengan pemilik warung nasi," katanya.
Para sopir menyayangkan pelarangan truk bermuatan berat di jembatan Sei Betung tersebut, sementara beberapa truk lainnya yang juga bermuatan berat diizinkan melewati jembatan.
"Lalu kenapa kami yang sudah berhari-hari terperangkap, jadi penonton truk yang diizinkan lewat. Jika memang tidak boleh lewat seluruh truk harus mematuhi aturan, jangan pilih-pilih," ujarnya.
Para sopir mengungkapkan jalur alternatif yang disediakan sangat beresiko. Truk dilempari warga, bahkan ada yang ditahan warga untuk minta uang.
Sekretaris Kabupaten Dharmasraya, Benny Mukhtar meminta agar sopir sabar, dan akan dicarikan jalan terbaik terhadap permasalahan tersebut.
Pada rapat mendadak di Kantor Bupati Dharmasraya dengan Kepala Dinas Perhubungan Dharmasraya Andreas, Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz, Sekdakab Benny Mukhtar, dan salah seorang pengusaha jasa angkutan Zulfikar Autut disepakati bahwa untuk melewati jembatan Sei Batung adalah hal yang tidak bisa dilakukan, mengingat kondisi dan risiko yang besar.
Para sopir tetap harus melewati jalur alternatif karena jalur ini cukup efektif, namun polisi akan mengawal untuk melintasi jalur tersebut sehingga keamanan lebih terjaga. (bib)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi cari keberadaan pengemudi bus yang alami kecelakaan exit tol Padang-Sicincin
08 September 2025 10:53 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018