HKTI Usulkan Program Raskin Ditinjau Kembali
Sabtu, 16 Maret 2013 19:40 WIB
Jakarta, (Antara) - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia mengusulkan kepada Pemerintah untuk meninjau kembali program beras untuk masyarakat miskin (raskin) terkait dengan upaya diversifikasi pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di masing-masing daerah.
"Kami meminta Pemerintah agar meninjau kembali kebijakan ini dan lebih baik disesuaikan dengan makanan pokok masing-masing daerah," kata Ketua Dewan Pimpinan Nasional HKTI Oesman Sapta di Jakarta, Sabtu malam dalam acara Rapat Pimpinan Nasional HKTI Tahun 2013.
Menurut dia, tidak di semua wilayah masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan raskin tersebut. Hal ini juga terkait dengan keberlangsungan pertanian Indonesia sebagai negara agraris.
Pihaknya juga meminta Pemerintah untuk segera mendirikan bank tani untuk mempermudah para petani mengakses modal guna meningkatkan keberlangsungan usaha pertanian mereka.
Selain itu, HKTI meminta pemerintah untuk mengalokasikan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari perusahaan-perusahaan BUMN untuk kepentingan dan kesejahteraan petani Indonesia.
"Kami juga mengusulkan kepada Pemerintah untuk mencegah impor produk pertanian yang harganya lebih rendah dari biaya produksi dalam negeri," katanya.
Pada kesempatan yang sama, HKTI menyatakan sangat menyesalkan adanya penyimpangan dan intervensi dari pihak legislatif terhadap proyek APBN di sektor pertanian dalam arti luas, terutama dalam distribusi bantuan subsidi kepada petani yang merugikan petani secara langsung. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam usulkan Rp2,75 triliun pembangunan infrastruktur rusak akibat bencana
26 February 2026 10:33 WIB
Pemkab Agam usulkan perbaikan infrastruktur rusak dampak bencana ke Kementerian
19 February 2026 14:52 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018