HKTI Usulkan Tata Niaga Bawang Diperbaiki
Sabtu, 16 Maret 2013 19:24 WIB
Jakarta, (Antara) - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengusulkan tata niaga bawang di Indonesia diperbaiki dengan lebih memfokuskan pada peningkatan kualitas petani Indonesia.
"Tata niaga yang dilakukan oleh pemerintah masih kurang tepat, lantaran hanya melihat kebutuhan pasar," kata Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Oesman Sapta di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, seharusnya pemerintah bisa memperkirakan sekaligus memproyeksikan kebutuhan bawang nasional dan memiliki strategi pengamanan dan antisipasi jika terjadi lonjakan harga seperti sekarang.
Oesman mengatakan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali, maka kemampuan petani harus ditingkatkan.
"Caranya bisa beragam misalnya dengan memberikan modal melalui kredit, memberikan penyuluhan, dan memberikan bantuan di bidang pembibitan," katanya.
Ia meminta agar pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk segera menyelesaikan permasalahan ini.
Ketua Umum HKTI itu juga menilai masalah kelangkaan dan tingginya harga bawang semestinya tidak perlu terjadi di Indonesia.
Sebab, kata dia, Indonesia merupakan negara agraris dan sudah selayaknya menjadi lumbung hortikultura.
"Kalau sampai impor, itu berarti pertanian kita tidak surplus. Jadi kuncinya petani kita harus ditingkatkan kemampuannya," katanya.
Oesman Sapta mengatakan, krisis bawang juga mengancam kesejahteraan petani sehingga harus segera diatasi.
Pihaknya mencatat sampai saat ini harga bawang putih dan bawang merah masih tinggi di mana di wilayah tertentu harganya mencapai Rp80.000-100.000 perkilogram. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skema kerjasama Indonesia-Jerman, Wako Fadly Amran usulkan proyek pelestarian lingkungan
12 January 2026 19:04 WIB
Pemkab Pasaman Barat usulkan pengangkatan PPPK paruh waktu ke Kemenpan RB
11 December 2025 19:55 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018