Kepolisian Antisipasi Eksodus TKI Akibat Konflik Sabah
Selasa, 5 Maret 2013 10:49 WIB
Nunukan, (Antara) - Kepolisian Resort (Polres) Nunukan Kalimantan Timur tetap melakukan antisipasi eksodus tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terkena dampak dari konflik di Lahad Datu Negeri Bagian Sabah Malaysia akhir-akhir ini.
Kepala Kesatuan Polisi Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Tunon Taka Kabupaten Nunukan AKP Sumarwanta di Nunukan, Selasa, mengatakan terkait dengan konflik antara kelompok bersenjata Kesultanan Sulu Filipina Selatan dengan Pemerintah Malaysia di Lahad Datu Sabah pihaknya tetap akan mengantisipasi apabila terjadi lonjakan penumpang (TKI) yang kembali ke kampung halamannya melalui Nunukan.
Hal ini, kata dia, telah dirapatkan dengan seluruh instansi terkait yakni Kesyahbadaran, bea cukai, PT Pelindo IV Cabang Nunukan, di mapolres Nunukan, Senin (4/3).
Pertemuan tersebut membahas masalah langkah-langkah yang akan dilakukan apabila terjadi pemulangan TKI dari Sabah sebagai dampak daripada kontak senjata antara pasukan pemberontak dengan aparat keamanan Malaysia yang belum ada tanda-tanda berakhir sampai saat ini, ujar Sumarwanta saat dihubungi, Selasa.
Ia juga mengaku belum mendapatkan informasi soal adanya rencana TKI untuk pulang ke kampung halamannya terkait krisis keamanan di Sabah.
"Kami belum mendapatkan informasi bahwa akan ada pemulangan TKI secara besar-besaran melalui Nunukan terkait dengan konflik yang terjadi di Sabah," ujarnya.
Sumarwanta menambahkan bahwa pihaknya juga belum melakukan upaya-upaya ketertiban dan keamanan di Pelabuhan Internasional dan Domestik Tunon Taka selama ini karena memang belum ada TKI yang pulang berkaitan dengan kondisi keamanan di Sabah tersebut.
"Kita belum melakukan langkah-langkah pengamanan atau penertiban di pelabuhan karena memang belum ada TKI yang pulang secara besar-besaran," katanya.
Menurutnya, informasi terakhir yang diperoleh dari Sabah TKI yang diungsikan yang berjumlah sekitar 600 orang itu tetap mendapatkan gaji dari majikannya walaupun tidak bekerja hampir satu bulan ini sehingga menjadi pertimbangan bagi mereka tidak memikirkan untuk pulang kampung.
walaupun demikian, kata Sumarwanta, instansi terkait Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan tetap siap siaga dan melakukan persiapan-persiapan jika suatu saat terjadi pemulangan TKI besar-besaran dengan menyediakan lokasi penampungan sementara.
"Dengan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait, kita tetap melakukan langkah antisipasi dengan menyediakan tempat untuk menampung TKI yang pulang," sebutnya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jelang Ramadan, PMI Tanah Datar gelar gebyar donor darah antisipasi kekurangan stok
13 February 2026 14:05 WIB
Antisipasi pencurian kendaraan bermotor selama Ramadhan, Satreskrim Polres Dharmasraya optimalkan ini
12 February 2026 16:44 WIB
Sawahlunto Perkuat Kemitraan dengan DJPb Sumbar untuk Antisipasi Dinamika Regulasi Dana Pusat
30 January 2026 9:39 WIB
Dinas Kesehatan Pasbar telah lakukan PE, PSN sampai goro bersama upaya pemberantasan penyakit DBD
26 January 2026 12:38 WIB
Pemkot Pariaman tingkatkan pengawasan siswa pulang sekolah antisipasi perkelahian antar pelajar
20 January 2026 17:32 WIB
BNNK Pasaman Barat perketat pengawasan daerah perbatasan antisipasi masuknya narkotika
16 January 2026 17:14 WIB
PLTA Maninjau buka pintu bendungan antisipasi rumah terendam air Danau Maninjau
12 January 2026 19:28 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018