Moskow, (Antara Sumbar) - Kementerian Dalam Negeri Rusia, Minggu mengatakan, tujuh remaja terjebak dalam longsoran salju di Republik Tyva di selatan Siberia. Departemen Darurat Rusia sebelumnya melaporkan bahwa lima anak terjebak dalam longsoran salju yang terjadi enam kilometer dari desa Mugur-Aksy di Republik Mongun-Taiginsky. "Menurut informasi yang tersedia, tujuh remaja berusia 16-17 tahun siswa dari sekolah menengah setempat bisa saja terjebak dalam longsoran salju," kata Kementerian Dalam Negeri. Satu operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung. Tetapi, menurut pencarian enam remaja, yang hilang di bawah longsoran salju di dataran tinggi di Republik Rusia Tuva, ditangguhkan lagi karena cuaca buruk, kata Juru Bicara Kementerian Situasi Darurat Rusia Irina Rossius kepada Itar-Tass pada Senin. "Pencarian untuk enam remaja itu dihentikan pada pukul 08.00 waktu Moskow pada Senin karena cuaca buruk, termasuk ancaman longsoran baru. Pencarian akan dilanjutkan secepat mungkin, katanya. Seorang siswa sekolah, yang berhasil bertahan dalam longsoran salju, turut berpartisipasi dalam pencarian Senin, kata Rossius. "Semua penyelamat, yang terlibat dalam operasi pencarian, turun ke bagian bawah gunung," katanya. Sebanyak 228 orang terlibat dalam pencarian, dan tim pencari akan ditingkatkan. Pada Minggu, operasi pencarian-dan-penyelamatan berlangsung tanpa hasil. Tragedi terjadi pada 3 Maret di Gunung Akbash-Tag di distrik Mongun-Taiginsky, di Tuva. Gunung tersebut berketinggian 3.250 meter. Kelompok tujuh siswa sekolah yang lahir pada tahun 1995, 1996 dan 1999 itu pergi untuk bermain ski. Seorang remaja meluncur menurun sebelum teman-temannya. Dua puluh meter terpisah dari dia terjadi longsoran salju. Anak itu berhasil lolos dari timbunan longsoran salju, yang lain terjebak di bawah longsoran salju. Longsor tersebut diperkirakan berukuran 200 sampai 600 meter dengan ketinggian lima-enam meter. Enam remaja masih terjebak di bawah longsoran salju itu. (*/jno)