Kanada Luncurkan Kantor Kebebasan Beragama
Rabu, 20 Februari 2013 16:41 WIB
Ottawa, (Antara/AFP) - Perdana Menteri Kanada Stephen Harper meluncurkan kantor kebebasan beragama untuk menangani perlindungan dan pembelaan terhadap agama minoritas, yang terancam di seluruh dunia.
Kantor tersebut bertempat di Kementerian Luar Negeri Kanada, yang dimanfaatkan untuk melawan kebencian antarumat beragama, intoleransi dan memromosikan pluralisme sebagaimana prioritas kebijakan luar negeri Kanada, kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Kanada.
Kanada mengharapkan tempat tersebut menjadi kendaraan negara dalam mempromosikan nilai-nilai pemerintahan yang termasuk kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia dan penegakkan hukum di seluruh dunia.
Saat berada di Masjid Ahmadiyah, Toronto, PM Harper mencontohkan kaum minoritas itu seperti kaum Muslim Syiah di Irak, Kristen Koptik di Mesir, Bahai di Iran, Ahmadiyah di Pakistan, Kristen dan Falun Gong di China yang mengalami tindakan represif, penjara bahkan pembunuhan.
"Di seluruh dunia, kekerasan beragama tersebar dan meningkat," kata Harper.
"Berdasarkan sejarah dan yang telah kita saksikan sehari-hari, pemerintahan yang menekan kekehidupan beragama rakyatnya biasanya juga represif terhadap sisi kehidupan lainnya," kata dia.
Kantor Kebebasan Beragama yang baru diluncurkan itu mendapatkan alokasi dana lima juta dolar AS beserta lima staf akan fokus dalam advokasi, analisis dan pengembangan kebijakan dan program.
Aktifitasnya akan dipusatkan di negara dan situasi yang memiliki tingkat pelanggaran tinggi termasuk kekerasan, kebencian dan diskriminasi sistemik. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018