Padangpanjang, (Antara) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kota Padangpanjang menyebutkan, gempa yang menguncang Kota Bukittinggi dan sekitarnya Selasa pagi terjadi karena adanya pergeseran patahan Sumatera di segmen Sianok. "Sianok Kota Bukittinggi dilalui patahan Sumatera yang berpotensi terjadi gempa tektonik kapan saja," kata Kepala Seksi Data dan Informasi pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kota Padangpanjang Buha M Simanjuntak di Padangpanjang, Selasa. Dia mengatakan, gempa tektonik tersebut terjadi karena adanya lempeng Sumatera yang saling mendorong dan menimbulkan getaran beberapa detik. "Selain Kota Bukittinggi, getaran gempa itu mencapai sebagian Kabupaten Agam timur dan Kota Padangpanjang," kata dia. Gempa yang terjadi pukul 07:17:06 WIB dengan kekuatan 4,0 SR berada pada posisi 0,30 Lintang Selatan (LS), 100.38 Bujur Timur (BT) berkedalaman 10 km sekitar 7 km Barat Bikittinggi, Sumbar tersebut memiliki susulan beberapa kali. Ada gempa susulan terjadi pada pukul 07:25:38 WIB berkekuatan 3,1 SR kedalaman 10 Km lokasi 35 LS, 100.35 BT, pusat gempa berada di darat 4 km Barat Daya Bukittinggi dirasakan (MMI) III-IV Bukittinggi, II-III Padangpanjang. Gempa yang terjadi pada pukul 17.17:06 Wib tersebut sempat membuat warga Kota Padangpanjang berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. "Guncangan gempa terasa sekali di Kota Padangpanjang, karena jarak Padangpanjang dan Bukittinggi hanya sekitar 20 kilometer," kata Rahmat salah seorang warga Kelurahan Bukit Surungan, Selasa pagi. Warga lainnya juga mengatakan hal sama, getaran gempa cukup kuat dirasakan di bumi "Serambi Mekah" itu, sehingga warga terlihat khawatir. "Padangpanjang merupakan rawan gempa yang pernah menjadi pusat gempa beberapa kali pada 2007. Dengan adanya getaran gempa pagi tadi, kita menjadi cemas kalau kondisi itu kembali terjadi," kata Roni. Pemkot Padangpanjang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah mengimbau kepada masyarakat yang ada di daerah itu agar selalu meningkatkan kewaspadaan. "Gempa bisa saja terjadi kapan dan di mana saja, untuk itu kita harapkan masyarakat selalu waspada, apa lagi yang bermukim di perbukitan, karena berpotensi longsor," kata kepala BPBD Kota Padangpanjang Bustaminarda. (*/ben/jno)