Padang, (Antara Sumbar) - Koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) di beberapa provinsi di Indonesia, belum dipastikan terjadi di Sumatera Barat, kata Ketua DPD Gerindra setempat, Nasrul Abit.
"Hasil rapat di pusat, koalisi tiga partai ini tidak diwajibkan. Kalau bisa silahkan, kalau tidak bisa juga tidak apa-apa," kata dia di Padang, Jumat.
Ia menyebutkan itu terkait Pilkada empat kota di Sumbar pada 2018 masing-masing Kota Padang, Pariaman, Padangpanjang dan Sawahlunto.
Menurutnya komunikasi politik terus dijalan dengan semua partai untuk mengusung calon kepala daerah pada empat kota tersebut, dan hingga saat ini Gerindra belum memutuskan arah koalisi.
Meski demikian, pihaknya telah mengirim nama-nama bakal calon kepala daerah untuk empat kota itu ke DPP Gerindra. Saat ini nama-nama tersebut sedang dalam proses.
"Kita masih menunggu keputusan dari DPP," kata dia.
Khusus untuk Kota Padang yang merupakan ibu kota provinsi, nama pasangan Emzalmi-Desri ikut dikirimkan ke DPP Gerindra.
Pasangan itu diyakini salah satu calon kuat pesaing pasangan Mahyeldi-Hendri Septa yang telah lebih dahulu dideklarasikan oleh PKS dan PAN di Padang.
"Peluangnya tentu tetap terbuka, tergantung keputusan di DPP," jelasnya.
Jika Gerindra akhirnya memutuskan mengusung calon itu, maka dipastikan akan bersaing dengan pasangan yang diusung PKS-PAN serta calon perseorangan yang telah mendaftar ke KPU.
Sebelumnya untuk Pilkada 2018, tiga partai masing-masing PKS, PAN dan Gerindra telah mengumumkan akan berkoalisi pada Pilkada Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.
Sementara untuk Sumbar koalisi itu belum bisa dipastikan. (*)